Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 27 Mei 2026
home global news detail berita

Mengenal Para Pahlawan dalam 7 Pecahan Uang Baru

fajar adhitya Jum'at, 19 Agustus 2022 - 04:00 WIB
Mengenal Para Pahlawan dalam 7 Pecahan Uang Baru
Ilustrasi. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menerbitkan tujuh pecahan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022 (Uang TE 2022). Ketujuh pecahan tersebut adalah Rp100 ribu, Rp50 ribu, Rp20 ribu, Rp.10 ribu, Rp5 ribu, Rp2 ribu, dan Rp 1000.

Dari segi tampilan, tidak ada perebdaan antara Uang TE 2022 dengan Uang TE 2016. Gambar pahlawan nasional pada bagian muka serta unsur kebudayaan pada bagian belakang tetap sama.

Berikut daftar para pahlawan yang terdapat dalam pecahan uang baru TE 2022:

1. Tjut Meutia

Tokoh pahlawan nasional Tjut Meutia terdapat pada pecahan Rp 1000. Meutia merupakan satu pahlawan wanita asal Aceh yang lahir di Keureutoe, Pirak (Perlak), Aceh Utara, pada 1870 dari pasangan Teuku Ben Daud Pirak dan Cut Jah.

Awalnya Cut Meutia melakukan perlawanan terhadap Belanda bersama suaminya Teuku Muhammad atau Teuku Cik Tunong. Namun, pada Maret 1905, Cik Tunong ditangkap Belanda dan dihukum mati di tepi pantai Lhokseumawe.

Baca Juga: Bank Indonesia Luncurkan Uang Rupiah Baru, Begini Penampilannya

Cut Meutia kemudian menikah dengan Pang Nagroe sesuai wasiat suaminya dan bergabung dengan pasukan lainnya di bawah pimpinan Teuku Muda Gantoe. Sudah banyak kerugian pemerintahan Belanda baik berupa pasukan yang tewas maupun materi diakibatkan perlawanan pasukan Cut Nyak Meutia.

2. Mohammad Hoesni Thamrin

Gambar wajah Mohammad Hoesni Thamrin terdapat pada pecahan Rp2 ribu. Dia adalah pahlawan nasional yang berasal dari Weltevreden, Batavia, Hindia Belanda. Namanya diabadikan menjadi nama jalan protokol ibu kota Jakarta, MH Thamrin.

MH Thamrin dikenal sebagai salah satu tokoh Kaum Betawi yang pertama kali menjadi anggota Volksraad setara Dewan Rakyat di Hindia Belanda. Thamrin juga salah satu tokoh penting dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Ia pernah menyumbangkan dana sebesar 2000 Gulden pada tahun 1932 untuk mendirikan lapangan sepak bola khusus untuk rakyat Hindia Belanda pribumi yang pertama kali di daerah Petojo, Batavia (sekarang Jakarta).

3. KH Idham Chalid

Pecahan uang Rp5 ribu menampilkan wajah KH Idham Chalid, pahlawan nasional yang lahir pada 27 Agustus 1921 M di Setui, dekat Kecamatan Kotabaru, bagian tenggara Kalimantan Selatan. Kolumnis Mahbub Djunaidi menggambarkan KH Idham Chalid sebagai berikut: perawakannya tipis tak ubahnya dengan umumnya pedagang batu permata dari Banjar.

Karir politik KH Idham Chalid dimulai sejak diangkat menjadi anggota parlemen sementara atau Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPR) dari Partai Masyumi tahun 1950. Tahun 1952, Nahdlatul Ulama (NU) pisah dari Masyumi dan membentuk partai sendiri.

Kepemimpinan Idham di PBNU mematahkan mitos Jawa dan luar Jawa sekaligus menghapus stigma bahwa Ketua Umum PBNU harus berdarah biru Kiai. Dia juga pernah menolak tawaran menjadi wakil presiden menggantikan Sri Sultan Hamengkubuwono X dengan karir politiknya yang cemerlang dan panjang.

4. Frans Kaisiepo

Bagian depan pecahan Rp10 ribu menampilkan Tokoh Pahlawan Nasional Republik Indonesia Frans Kaisiepo sebagai gambar utama. Dia adalah adalah seorang politikus Papua yang pernah menjabat sebagai Gubernur Provinsi Papua keempat.

Kaisiepo lahir di Wardo, Biak, pada 10 Oktober 1921 dan tumbuh menjadi sosok yang sangat berjasa dalam menyatukan Papua dengan Indonesia. Di antara perjuangannya yakni pada 31 Agustus 1945, ketika Papua masih diduduki Belanda.

Frans termasuk salah satu orang menegakkan eksistensi Republik Indonesia dan orang pertama yang mengibarkan Bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di Papua. Atas upayanya mempersatukan Papua dengan Indonesia, ia terpilih menjadi anggota parlemen untuk Papua pada pemilihan Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 1973 dan diangkat menjadi Dewan Pertimbangan Agung pada tahun 1977 sebagai wakil untuk urusan Papua

5. Dr Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi

Pecahan Rp20 ribu menampilkan tokoh pahlawan Dr G S S J Ratulangi. Namanya lebih populer dengan sebutan Sam Ratulangi, seorang politikus, jurnalis, dan guru dari Sulawesi Utara.

Ia dikenal dengan filsafatnya: "Si tou timou tumou tou" yang artinya: manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia. Ratulangi termasuk anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang menghasilkan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia dan merupakan Gubernur Sulawesi pertama.

Baca Juga: Nasaruddin Umar: Kemerdekaan Harus Berpegang Teguh pada Agama

Usai Bung Karno dan Bung Hatta memimpin proklamasi, Sam Ratulangi didapuk sebagai Gubernur Sulawesi. Tugas pertamanya, membawa kabar kemerdekaan ke Sulawesi. Proklamasi Kemerdekaan berkumandang pada 17 Agustus 1945.

6. Ir H Djuanda Kartawidjaja

Pada pecahan Rp50 ribu terdapat sosok Pahlawan nasional dari Tasikmalaya, Jawa Barat yang lahir pada 14 Januari 1911, anak pertama dari pasangan Raden Kartawidjaja dan Nyi Monat. Ia pernah menjabat sebagai Perdana Menteri ke-10 menggantikan Ali Sastroamidjojo sekaligus sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Kerja I.

Sumbangsih terbesar untuk Indonesia adalah Deklarasi Djuanda tahun 1957. Deklarasi Djuanda menegaskan wilayah kedaulatan maritim Indonesia untuk kemudian diresmikan menjadi UU Nomor 4/PRP/1960 tentang Perairan Indonesia.

Berkat deklarasi ini, wilayah Indonesia menjadi 2,5 kali lipat lebih dari sebelumnya. Dalam Deklarasi Djuanda ada beberapa poin yang terlampir, yaitu Indonesia mempunyai corak tersendiri sebagai negara kepulauan serta merupakan satu kesatuan sejak dahulu kala dan juga menentang ketentuan ordonansi 1939 yang dianggap dapat memecah belah keutuhan NKRI.

7. Soekarno dan Mohammad Hatta

Soekarno adalah Presiden Indonesia pertama. Ia mendapatkan gelar Honoris Causa terbanyak di Indonesia saat itu, tercatat ada 26 Gelar Doktor yang ia peroleh dari seluruh penjuru dunia.

Sedangkan Mohammad Hatta yang merupakan Wakil Presiden Indonesia pertama, telah mendapatkan tujuh gelar doktor Honoris Causa. Pada uang Rupiah Rp100 ribu yang diterbitkan tahun 2016, gelar mereka diperbaharui menjadi Dr (HC) Ir Soekarno dan Dr (HC) Drs Mohammad Hatta.

Keduanya merupakan tokoh utama dalam Proklamasi Kemerdekaan RI. Soekarno lahir di Blitar pada 6 Juni 1901, sedangkan Hatta lahir pada 12 Agustus 1902 di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Baca Juga: Tausiah Kebangsaan UAS: Penjajahan Bertentangan dengan Hak Asasi Manusia

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 27 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)