Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 10 Januari 2026
home global news detail berita

Pesan Bung Hatta Menggema Lagi, Kemiskinan Indonesia Dinilai Belum Teratasi

tim langit 7 Ahad, 07 Desember 2025 - 11:08 WIB
Pesan Bung Hatta Menggema Lagi, Kemiskinan Indonesia Dinilai Belum Teratasi
LANGIT7.ID-Jakarta; Lebih dari tujuh dekade setelah Bung Hatta menyuarakan pentingnya kemakmuran merata bagi seluruh rakyat Indonesia, pesan itu kembali menggema di tengah kondisi bangsa yang masih bergulat dengan masalah kemiskinan. Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan yang juga Ketua PP Muhammadiyah, DR KH Anwar Abbas, menegaskan bahwa cita-cita Hatta belum sepenuhnya terwujud.

Dalam refleksinya, Anwar Abbas mengangkat kembali pidato Bung Hatta pada tahun 1950 di Tanah Karo, Sumatera Utara. Saat itu Hatta menggambarkan pahitnya hidup di masa penjajahan, ketika rakyat diibaratkan “ayam mati kelaparan di lumbung padi” atau “itik mati kehausan di kolam air”. Ia menekankan bahwa kemerdekaan seharusnya menghapus nasib tragis seperti itu dan memastikan tidak ada rakyat Indonesia yang kekurangan kebutuhan pokoknya.

“Kita tidak mau selamanya menjadi rakyat yang hidupnya melarat. Kemakmuran itu tidak boleh hanya dinikmati segelintir orang, tetapi harus dirasakan seluruh rakyatnya,” kata Bung Hatta dalam pidatonya, sebagaimana dikutip kembali oleh Anwar Abbas, dalam keterangan resmi, Minggu (7/12/2025).

Namun data terbaru menunjukkan bahwa cita-cita besar itu masih jauh dari selesai. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, per Maret 2025 Indonesia masih memiliki 23,85 juta penduduk miskin, atau 8,47% dari total populasi. Menurut Anwar Abbas, angka tersebut menjadi pengingat bahwa bangsa ini belum mampu mengelola sumber daya secara optimal untuk kemakmuran bersama.

Bung Hatta pernah menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus dirancang dengan memperbaiki pengelolaan sumber alam serta memperkuat hubungan antara rakyat dan pemerintah. Ia menyatakan negara akan kuat jika pemerintah dipercayai rakyat, dan rakyat akan makmur jika pemerintah mencintai mereka.

“Cita-cita rakyat untuk hidup makmur hanya akan terwujud kalau ada pemerintah yang benar-benar mencintai rakyatnya,” tegas Anwar Abbas mengingatkan kembali pandangan Bung Hatta.

Ia menilai relevansi pesan tersebut semakin nyata hari ini. Setelah hampir 80 tahun merdeka, berbagai masalah sosial—termasuk kemiskinan dan ketimpangan—masih menghiasi kehidupan masyarakat. Karena itu, diperlukan kehadiran pemerintah yang bukan hanya hadir secara administratif, tetapi juga kuat secara moral dan batin dalam hubungan dengan rakyat.

Anwar Abbas pun mengajak publik menilai apakah cinta pemerintah kepada rakyat sudah benar-benar hadir. Ia mendorong masyarakat melihat kenyataan di lapangan, mulai dari kondisi Morowali hingga bencana banjir bandang yang baru saja melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menurutnya, jawaban atas pertanyaan tersebut akan menunjukkan sejauh mana bangsa ini bergerak menuju visi kesejahteraan yang dulu diperjuangkan para pendiri negeri.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 10 Januari 2026
Imsak
04:14
Shubuh
04:24
Dhuhur
12:04
Ashar
15:28
Maghrib
18:17
Isya
19:32
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan