Pesan Bung Hatta tentang kemakmuran rakyat kembali relevan di tengah angka kemiskinan 23,85 juta jiwa. Refleksi ini menyoroti hubungan rakyat dan pemerintah hari ini.
45 tahun wafatnya Mohammad Hatta: Mengenang warisan ekonomi kerakyatan dan integritas tanpa batas dari Proklamator Indonesia. Kisah sederhana yang menginspirasi di tengah tantangan kepemimpinan masa kini.
Menurut dia, Bung Hatta merupakan sosok yang selalu memikirkan kesejahteraan serta membangkitkan perekonomian rakyat. Beliau memperjuangkan pasal-pasal kesejahteraan dan rumusan untuk membangkitkan ekonomi rakyat.
Karir politik KH Idham Chalid dimulai sejak diangkat menjadi anggota parlemen sementara atau Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPR) dari Partai Masyumi tahun 1950. Tahun 1952, Nahdlatul Ulama (NU) pisah dari Masyumi dan membentuk partai sendiri.
Mohammad Hatta dikenal sebagai bapak pendiri bangsa yang cerdas. Bung Hatta tak hanya punya pemikiran brilian di bidang ekonomi namun juga dalam bidang pendidikan Islam. Bung Hatta ingin memadukan ilmu agama dengan ilmu sosial humaniora.
Bung Hatta sebagai intelektual dan bapak Koperasi nasional yang merumuskan gagasan pokok ekonomi kerakyatan patut diteladani karena sangat relevan dan kontekstual dengan kondisi kekinian masyarakat Indonesia dan di masa akan datang.
Bung Hatta merupakan tokoh legenda yang suka banyak berkhotbah. Sosok tersebut lebih banyak mencontohkan tentang kesederhanaan, integritas, dan kerja keras.