Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 08 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

Pemikiran Ekonomi Kerakyatan Bung Hatta Relevan Hadapi Krisis di Era Digital

Muhajirin Sabtu, 13 Agustus 2022 - 15:00 WIB
Pemikiran Ekonomi Kerakyatan Bung Hatta Relevan Hadapi Krisis di Era Digital
Mohammad Hatta (foto: geheugen.delpher.nl)
LANGIT7.ID, Jakarta - Mohammad Hatta dikenal sebagai sosok sederhana dan tokoh yang merumuskan gagasan pokok ekonomi kerakyatan. Pria kelahiran Bukittinggi, 12 Agustus 1902 itu berasal dari keluarga Minangkabau, Sumatera Barat.

Meski menjabat sebagai Wakil Presiden pertama RI, nyatanya Bung Hatta tak bergelimang harta. Sekitar 1950-an, Bung Hatta pernah mengidam-idamkan sepatu buat Swiss, Bally.

Bung Hatta melihat iklan tentang sepatu di koran. Lantaran tak punya cukup uang, dia menggunting iklan tersebut lalu disimpan ke dalam dompet. Saat wafat pada 14 Maret 1980, keluarga Bung Hatta menemukan lipatan tersebut yang telah usang.

Baca Juga: Legenda Bung Hatta, Bukan Sosok Banyak Berkhotbah tapi...

Itu sekelumit cerita kesederhanaan Bung Hatta dalam mengawal kemerdekaan Indonesia. Berikut ini beberapa teladan Bung Hatta yang bisa dipetik untuk generasi saat ini:

1. Bapak Koperasi Nasional

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (PMK), Prof Muhadjir Effendy, mengungkapkan, perang Bung Hatta sebagai sosok intelektual dan bapak koperasi nasional patut diteladani masyarakat Indonesia saat ini.

“Bung Hatta sebagai intelektual dan bapak Koperasi nasional yang merumuskan gagasan pokok ekonomi kerakyatan, patut diteladani karena sangat relevan dan kontekstual dengan kondisi kekinian masyarakat Indonesia dan di masa akan datang,” kata Muhadjir dalam Peluncuran Karya Lengkap Bung Hatta Buku 8 pada Jumat, (12/8/2022).

Keteladanan itu dibutuhkan dalam menghadapi iklim neoliberalisme kapitalistik saat ini yang menyebabkan koperasi memang menghadapi tantangan yang sangat berat. Tidak saja dalam konsep dan filosofis, namun juga dalam implementasi koperasi itu sendiri.

“Karenanya harus ditanamkan Kembali nilai-nilai dan pentingnya berkoperasi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sekaligus memperkuat perekonomian bangsa,” ujar Muhadjir.

Baca Juga: Amalkan Pesan Bung Hatta, Koperasi Syariah BMI Terus Berkembang

Pemikiran Hatta tentang koperasi atau ekonomi kerakyatan perlu ditingkatkan era saat ini. Pemikiran itu perlu diamalkan agar koperasi nasional bisa beradaptasi dengan sistem ekonomi liberal kapitalistik yang semakin menguat.

2. Menghadapi Era Modern

Bung Hatta memiliki pemikiran yang revolusioner. Pemikiran Hatta bisa diteladani generasi muda dalam menghadapi era revolusi 4.0 terutama tentang pentingnya penggunaan teknologi big data, internet of things, Artificial intelligence, robotic dan lain-lain.

"Bung Hatta telah mengulas bahwa teknologi dan Ilmu Pengetahuan adalah faktor produksi yang netral. Bisa digunakan oleh siapapun dan untuk kepentingan apapun, tergantung bagaimana manusia memanfaatkannya,” kata Ketua Pengurus Bineksos/Pendiri LP3ES, Ismid Hadad.

Pemikiran Bung Hatta juga bisa digunakan sebagai instrumen cara pendekatan dalam mencari kebenaran dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Anak muda bisa mengadopsi skenario teknologi digital dan big data untuk memecahkan persoalan ekonomi, sosial, dan budaya banysa.

Menurut Ismid, pemikiran Bung Hatta juga terkait tentang peningkatan social entrepreneurship yang bukan hanya ekonomi saja yang dipentingkan dalam pembangunan nasional, tapi juga prinsip ekonomi sirkuler dan berbagi.

Baca Juga: Pencipta Lagu Hari Merdeka Ternyata Keturunan Nabi Muhammad SAW

Sharing and circular economy dan diperuntukkan bagi masyarakat untuk mengatasi krisis iklim dan lingkungan,” tutur Ismid.

3. Nasionalisme Tinggi

Bung Hatta merupakan sosok intelektual yang pernah mengenyam pendidikan di Barat. Namun, dia tidak pernah terkooptasi dengan pemikiran Barat. Justru yang dilakukan adalah melakukan kontekstualisasi dan menerapkan kerangka pemikiran Barat dalam konteks persoalan domestik Indonesia pada waktu itu.

“Bung Hatta tidak berusaha menjelaskan teori dan konsep Barat yang tidak berbasis pada realitas domestik,” ucap Rektor UNIKA Atma Jaya, Dr A Prasetyantoko.

Bung Hatta bukan sosok intelektual yang hanya duduk di belakang meja berlindung dengan konsep dan teori. Dia terlibat dalam proses perjuangan kemerdekaan Indonesia dan proklamator.

“Seorang intelektual organik tapi bukan intelektual tradisional. Bung Hatta juga wafat dalam posisi sebagai intelektual Kembali. Itulah luarbiasanya seorang Bung Hatta,” ucap Prasetyantoko.

Sebagai pakar ekonomi, Bung Hatta menegaskan Bahwa ilmu ekonomi juga merupakan ilmu sosial. Dia menjelaskan teori ekonomi diawali dengan dalil-dalil sosial yang kuat. Bahkan beberapa pendekatan filsafat juga digunakan.

Baca Juga: Syekh Faradj Martak, Pewakaf Rumah untuk Proklamasi Kemerdekaan RI

“Bung Hatta ingin mengajak kembali pada kesadaran bahwa ilmu ekonomi sebagai bagian dari ilmu sosial,” ujar Prasetyantoko.

4. Pemikiran Bung Hatta Bisa Dipakai Tangani Krisis Ekonomi

Menurut Ketua Dewan Pengurus LP3ES, Prof Dr Didik J Rachbini, pemikiran Bung Hatta bisa diterapkan dalam menghadapi krisis ekonomi pascapandemi Covid-19. Terlebih, pemikiran Bung Hatta soal ekonomi berbasis ekonomi kerakyatan.

Saat ini paling tidak ada 30-60 negara didera oleh inflasi. Harga-harga naik dan golongan bawah tidak bisa mencapai kesejahteraan seperti yang dilakukan sebelumnya. Akan bertambah miskin secara relatif dibandingkan waktu sebelumnya dari kenaikan harga pangan, BBM dan lain-lain.

“Kondisi Indonesia kini relatif lebih baik tapi tidak bisa dikatakan baik-baik saja. Jika kebijakan masa sulit ini bisa dilakukan dengan baik maka masa sulit terlewati. Sebaliknya, jika kebijakan yang dilakukan sembrono, APBN dibiarkan jebol maka ekonomi Indonesia akan menghadapi masalah,” ungkap Didik.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 08 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)