LANGIT7.ID, Jakarta - Menyambut Hari Raya Kemerdekaan Indonesia ke-77, Masjid Istiqlal menggelar Upacara Kemerdekaan Lintas Agama. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dan pemuka agama resmi di Tanah Air.
Menurut Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Dr KH Nasaruddin Umar, upacara ini merupakan acara spesial karena pertama kali digelar sejak kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
“Upacara ini menjadi sangat khusus karena ini merupakan yang pertama, upacara lintas agama dalam sejarah bangsa Indonesia, upacara Republik Indonesia dilaksanakan secara lintas agama di salah satu rumah ibadah,” kata Prof Nasaruddin Umar dalam sambutannya saat upacara Kemerdekaan Lintas Agama di Masjid Istiqlal, Rabu (17/8/2022).
Baca Juga: Tausiah Kebangsaan UAS: Penjajahan Bertentangan dengan Hak Asasi ManusiaRektor Perguruan Tinggi Ilmu Qur'an (PTIQ) ini menegaskan, kemerdekaan tak berarti tanpa berpegang teguh pada agama dan kepercayaan. “Sebab kemerdekaan harus berpegang pada kepercayaan agama agar seluruh masyarakat tetap beradab,” tutur Prof Nasaruddin.
Lebih lanjut, Prof Nasaruddin menuturkan, upacara kemerdekaan bersama tokoh lintas agama ini diharapkan menjadi kekuatan bagi bangsa.
“Pemahaman esensi ajaran agama kita sedapat mungkin masih tetap dalam bingkai NKRI. Filter ke-Indonesiaan perlu selalu menjadi pegangan di dalam mengembangkan ajaran agama kita masing-masing,” tutur Prof Nasaruddin.
"Jika ini terjadi, maka kekhawatiran agamafobia, islamofobia, radikalisme, dan penyimpangan agama atau kepercayaan niscaya tidak akan terjadi," imbuhnya.
Baca Juga: Bantu Relokasi PKL, Masjid Al-Itisham Sediakan Lahan hingga Subsidi ListrikProf Nasaruddin berpesan, berbagai tantangan yang dihadapi harus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai pancasila, termasuk dalam menghadapi Pemilu 2024.
“Pesta demokrasi tidak bisa dihalangi politik identitas, terutama menghadapi pemilu 2024. Sila ke-4, yakni ‘Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan’, tak boleh mereduksi sila ke-3 ‘Persatuan Indonesia’,” ucapnya.
Upacara ini dipimpin oleh Inspektur Upacara, dan dihadiri pula oleh siswa tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTS), dan Madrasah Aliyah (MA) dari Madrasah Istiqlal Taman Wijaya Kusuma, Jakarta.
Baca Juga: Selain Akidah, Ini Syarat Amal Ibadah Diterima oleh Allah(zhd)