Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 01 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

Tiga Generasi Keluarga Hasyim Asy'ari: Kisah Langka Dinasti Ulama Pahlawan Nasional

tim langit 7 Rabu, 12 November 2025 - 11:52 WIB
Tiga Generasi Keluarga Hasyim Asy'ari: Kisah Langka Dinasti Ulama Pahlawan Nasional
LANGIT7.ID-Jakarta; Dalam sejarah Indonesia, satu keluarga ulama besar menorehkan pencapaian luar biasa: tiga generasi berturut-turut dari garis yang sama ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Mereka adalah KH Muhammad Hasyim Asy'ari, putranya KH Abdul Wahid Hasyim, dan cucunya KH Abdurahman Wahid (Gus Dur).

KH Muhammad Hasyim Asy'ari: Sang Pendobrak
Pendiri Nahdlatul Ulama(NU) ini, yang akrab disapa Hadratusy Syeikh, adalah pilar kebangkitan pendidikan Islam dengan mendirikan Pesantren Tebuireng. Resolusi Jihadnya pada Oktober 1945 yang memicu semangat perlawanan dalam Pertempuran Surabaya telah mengukuhkannya sebagai Bapak Bangsa. Ia diangkat menjadi Pahlawan Nasional pada 1964.

KH Abdul Wahid Hasyim: Perintis di Usia Muda
Meneruskan perjuangan ayahnya,Wahid Hasyim adalah tokoh perumusan dasar negara yang turut serta dalam BPUPKI. Di usia belia, 29 tahun, ia sudah menjabat sebagai Menteri Agama RI pertama. Pemikirannya yang visioner banyak mewarnai kebijakan pendidikan dan agama di awal kemerdekaan. Ia diangkat menjadi Pahlawan Nasional pada 2013.

KH Abdurahman Wahid: Guru Bangsa yang Mendamaikan
Meneruskan estafet kakek dan ayahnya,Gus Dur menjadi Presiden RI keempat. Sepanjang hidupnya, ia memperjuangkan demokrasi, pluralisme, dan hak-hak minoritas. Meski masa kepresidenannya singkat, jasanya dalam membuka ruang kebebasan dan rekonsiliasi bangsa tak ternilai. Ia menyusul menjadi Pahlawan Nasional pada 2021.

Penyematan gelar ini kepada tiga generasi dari satu keluarga inti merupakan suatu legasi langka. Keluarga Hasyim Asy'ari tidak hanya mencerminkan konsistensi perjuangan lintas generasi, tetapi juga menjadi simbol abadi bagaimana nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan dapat bersatu padu membangun Indonesia.(*/saf)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 01 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:50
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)