LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
Mahfud MD mengatakan bahwa Presiden Soekarno adalah santri. Bung Karno berguru kepada A Hassan dan HOS Tjokroaminoto.
Sebagai seorang santri, Bung Karno juga menerapkan metode ijtihad dalam merumuskan dasar-dasar negara. Keputusan berdirinya negara Pancasila yang digagas Bung Karno dan para pendiri bangsa lainnya adalah produk ijtihad.
"Sistem negara itu produk ijtihad sesuai dengan waktu, tempat dan lingkungan sosial budayanya. Itulah produk ijtihad yang dilakukan pemimpin Indonesia kala itu, ujar Mahfud saat berbicara dalam Forum Rektor Indonesia di Universitas Airlangga Surabaya, Ahad (30/11/2022).
Baca juga: Mahfud: Sistem Demokrasi di Indonesia Valid, Tak Perlu DiperdebatkanMahfud menjelaskan, Bung Karno adalah kader Muhammadiyah dan juga seorang santri. Menurut Mahfud, Bung Karno banyak berguru pada tokoh Islam berpengaruh dan menyiratkan bahwa Bung Karno tidak anti-Islam.
"Ada yang bilang Bung Karno itu aliran sekuler anti Islam, tidak. Bung Karno itu santri juga, dia orang Muhammadiyah, ngaji ke A. Hasan, ngaji ke Cokroaminoto, dia santri," papar Mahfud di hadapan para rektor.
Namun Mahfud juga tidak memungkiri bahwa Presiden Indonesia pertama itu, pernah mengusulkan bentuk negara sekuler, sebagaimana Turki. Menurut Mahfud, hal itu dampak dari kemajuan pemikiran Bung Karno kala itu.
Baca juga: Mahfud MD: Santri Wajib Jaga NKRI dan Kebhinekaan"Cuma dia mengijtihadkan negara dalam pemikirannya dia yang maju pada waktu itu, Bung Karno bilang negaranya harus sekuler. Tapi dibantah oleh tokoh-tokoh Islam yang lain, kemudian ketemu komprominya di negara Pancasila, seperti negara yang pernah didirikan nabi, negara kosmopolitan, negara pluralis," tambah Mahfud.
(sof)