LANGIT7.ID, Jakarta -
Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara, kebanggaan Umat Islam Indonesia. Namun ternyata, masjid terbesar di Asia Tenggara ini dirancang oleh arsitek yang beragama Kristen Protestan, Friedrich Silaban.
Setelah kemerdekaan, para tokoh berkumpul untuk mencetuskan ide mendirikan sebuah masjid. Di antara tokoh itu ada KH Wahid Hasyim, Haji Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto, dan berbagai elemen masyarakat.
Tepat pada 7 Desember 1954, sebuah yayasan dibentuk yang berperan sebagai panitia pendirian masjid. Para tokoh itu sudah sepakat menggunakan nama Masjid Istiqlal yang dalam bahasa Arab memiliki arti kemerdekaan.
Baca Juga: Masjid Istiqlal Akan Gelar Upacara Kemerdekaan Lintas Agama
Kementerian PUPR mencatat, Presiden Soekarno mengadakan sayembara perancangan masjid nasional. Friedrich Silaban pun tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dia mengikuti sayembara itu dengan desain berjudul “Ketuhanan”.
Tim juri sayembara itu diisi oleh oleh Ir Roosseno, Ir Juanda, Ir Suwardi, Ir R Ukar Bratakusumah, Rd Soeratmoko, H Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA), H Abu Bakar Aceh, dan Oemar Husein Amin. Setelah melalui proses penjurian, Presiden Soekarno yang menjabat sebagai Ketua Dewan Juri mengumumkan Friedrich menjadi pemenangnya.
Friedrich mengungkapkan, arsitektur
Masjid Istiqlal tidak meniru arsitektur mana pun. Tapi, dia juga tidak mengetahui ide itu bersumber dari mana. Hanya datang begitu saja. Hal yang pasti, rancangan bangunan Masjid Istiqlal merupakan karya yang orisinil.
Friedrich Silaban lalu menerima anugerah Tanda Kehormatan Bintang Jasa Sipil atas karya monumental tersebut. Selain
Masjid Istiqlal, Friedrich banyak merancang bangunan yang membanggakan, seperti Gelora Bung Karno, Monumen Nasional, Gedung Bank Indonesia, dan lain-lain.
Friedrich Silaban juga sempat menjabat sebagai Direktur Pekerjaan Umum dari tahun 1940-an hingga 1960-an. Pria yang lahir pada tahun 1912 ini tutup usia pada tahun 1984 pada usia yang ke-72.
(jqf)