Terapkan Konsep Hijau, Bandara YIA Raih Gold Greenship Award
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 05 Agustus 2021 - 18:40 WIB
Bandara Internasional Yogyakarta Foto: International Yogyakarta Airport
Bandara Internasional Yogyakarta - Kulon Progo (YIA) yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I (Persero) berhasil meraih sertifikat Gold Greenship dari Green Building Council Indonesia (GBCI). Keberhasilan tersebut membuat YIA menjadi bandara pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memiliki sertifikat Gold Greenship Building
Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, mengatakan pencapaian ini sekaligus memperkuat misi AP I dalam menghadirkan sarana dan prasarana perhubungan yang berkontribusi positif kepada lingkungan hidup secara berkelanjutan. Ia juga berharap YIA menjadi contoh bagi pembangunan bandara dengan konsep hijau dan ramah lingkungan untuk Indonesia dimasa mendatang.
"Dalam prosesnya, YIA telah melalui serangkaian penilaian dan persyaratan hingga layak disebut green building. Penilaian ini berdasarkan pada aspek-aspek seperti efisiensi dan penghematan energi (efficiency and conservation ), penghematan air (water conservation), pengembangan lokasi gedung (appropriate site development), siklus dan sumber daya material (material resource and cycle), kenyamanan dan kesehatan gedung (indoor health comfort), dan pengelolaan lingkungan gedung (building environmental management)," kata Faik Fahmi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/8/2021).
Dalam kegiatan operasionalnya, lanjut Fahmi, YIA didukung berbagai perangkat utilitas yang mendukung konsep ramah lingkungan seperti penggunaan lampu LED, elevator, lift dan travelator yang menggunakan fitur sleep mode, sanitair dengan fitur dual flush and auto faucet.
Tak ketinggalan penggunaan kaca bangunan Sunergy Green yang mampu merefleksikan sinar matahari dengan baik dan mendukung efisiensi penggunaan pendingin ruangan di dalam area terminal. YIA juga didukung dengan fasilitas stormwater management kawasan yang berfungsi untuk menangkap, mengumpulkan, mengolah, meresapkan air limpasan hujan untuk digunakan sebagai sumber air alternatif yang mendukung keperluan operasional bandara.
Atas hal tersebut, YIA pun berhasil menghemat penggunaan listrik hingga 25,15% atau 119,21 kWh/m2/tahun, penghematan air hingga 53,01% atau 16,68 liter/orang/hari dan didukung oleh area hijau hingga 19.84% atau 26.589,3 meter persegi.
"Ini setara dengan penghematan biaya listrik sebesar Rp16,8 miliar per tahun dengan asumsi biaya listrik Rp1.065,78/kWh, penghematan biaya air sebesar Rp6,46 miliar per tahun dengan asumsi biaya air PDAM Rp15.000 per meter kubik dan mampu mengurangi emisi karbon hingga 14.093 ton per tahun," jelas Fahmi.
Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, mengatakan pencapaian ini sekaligus memperkuat misi AP I dalam menghadirkan sarana dan prasarana perhubungan yang berkontribusi positif kepada lingkungan hidup secara berkelanjutan. Ia juga berharap YIA menjadi contoh bagi pembangunan bandara dengan konsep hijau dan ramah lingkungan untuk Indonesia dimasa mendatang.
"Dalam prosesnya, YIA telah melalui serangkaian penilaian dan persyaratan hingga layak disebut green building. Penilaian ini berdasarkan pada aspek-aspek seperti efisiensi dan penghematan energi (efficiency and conservation ), penghematan air (water conservation), pengembangan lokasi gedung (appropriate site development), siklus dan sumber daya material (material resource and cycle), kenyamanan dan kesehatan gedung (indoor health comfort), dan pengelolaan lingkungan gedung (building environmental management)," kata Faik Fahmi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/8/2021).
Dalam kegiatan operasionalnya, lanjut Fahmi, YIA didukung berbagai perangkat utilitas yang mendukung konsep ramah lingkungan seperti penggunaan lampu LED, elevator, lift dan travelator yang menggunakan fitur sleep mode, sanitair dengan fitur dual flush and auto faucet.
Tak ketinggalan penggunaan kaca bangunan Sunergy Green yang mampu merefleksikan sinar matahari dengan baik dan mendukung efisiensi penggunaan pendingin ruangan di dalam area terminal. YIA juga didukung dengan fasilitas stormwater management kawasan yang berfungsi untuk menangkap, mengumpulkan, mengolah, meresapkan air limpasan hujan untuk digunakan sebagai sumber air alternatif yang mendukung keperluan operasional bandara.
Atas hal tersebut, YIA pun berhasil menghemat penggunaan listrik hingga 25,15% atau 119,21 kWh/m2/tahun, penghematan air hingga 53,01% atau 16,68 liter/orang/hari dan didukung oleh area hijau hingga 19.84% atau 26.589,3 meter persegi.
"Ini setara dengan penghematan biaya listrik sebesar Rp16,8 miliar per tahun dengan asumsi biaya listrik Rp1.065,78/kWh, penghematan biaya air sebesar Rp6,46 miliar per tahun dengan asumsi biaya air PDAM Rp15.000 per meter kubik dan mampu mengurangi emisi karbon hingga 14.093 ton per tahun," jelas Fahmi.
(arp)