home wirausaha syariah

Koyu Hijab, Bermula dari Kamar Bayi dan Modal Rp500 Ribu

Selasa, 22 Juni 2021 - 14:42 WIB
Salah satu produk Koyu Hijab. Foto: Koyu Hijab.com
Tak mudah mempertahankan bisnis di era pandemi. Meski begitu, UMKM busana muslim Koyu Hijab membuktikan bahwa betapapun sulitnya ekonomi, permintaan konsumen akan busana muslim masih tinggi.

Reni Afriyanti, pemilik Koyu Hijab berhasil memadumadankan teknik bisnis penjualan luring dengan daring. Ia merasakan, platform digital seperti e-commerce sangat mempermudah bisnis dalam menjangkau konsumen, terutama pada saat terbatasnya pergerakan manusia seperti sekarang ini.

Koyu Hijab memiliki beberapa konveksi pribadi serta memiliki karyawan mencapai lebih dari 100 orang. Pencapaian saat ini didapat dari jatuh bangun Reni bersama suaminya, Irvan Sovian ketika memutuskan masuk ke bisnis busana muslim.

Tahun 2014, keduanya merintis hijab dengan model awal Rp500 ribu dan masih produksi meteran. Fenomena selebriti berhijab dan menjual busana muslim untuk wanita memantik keberanian Reni untuk membuat produk sendiri.

“Daripada beli nih kenapa kita gak cobain bikin sendiri aja, produksi sendiri dan kemudian iseng jualan melalui Instagram, ternyata banyak yang pesan,” kata Reni.

Hijab produksi Koyu Hijab mengambil tema motif yang modern, mulai segi empat sampai kini pashmina yang paling banyak diincar para hijabers. Penjualannya pun terus merangkak, dari yang awalnya hanya 15 buah per hari, kini Koyu Hijab bisa memproduksi 30 hingga 40 ribu paket per bulan.

“Awalnya beli kain meteran terus beli ukuran roll dan ternyata masih kurang. Lalu lanjut ambil ukuran partai tapi masih nggak cukup, mau nggak mau pesan pabrik. Dari modal Rp500 ribu nggak sangka bisa sampai seperti sekarang,” jelasnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
wirausaha syariah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya