Kolaborasi BTN dan LinkAja Hadirkan Transaksi Nontunai Berbasis Syariah
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 05 Agustus 2021 - 22:40 WIB
kolaborasi BTN dan linkAja. (foto: rilis istimewa)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bekerja sama dengan PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) mengembangkan uang elektronik syariah pertama di Indonesia. Kemudahan dalam transaksi nontunai berbasis syariah menjadi tujuan menuju transformasi digital.
Direktur Consumer dan Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar mengatakan perseroan terus berupaya menjadi one stop financial services bagi masyarakat Indonesia. Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN juga gencar melakukan transformasi digital untuk dapat memenuhi kebutuhan perbankan nasabah sekaligus menyesuaikan dengan kondisi pandemi.
"Untuk mencapai tujuan tersebut, BTN Syariah aktif menggelar sinergi dengan berbagai pihak termasuk LinkAja. Apalagi, di masa pandemi ini nasabah yang menitipkan uangnya di BTN Syariah mencatatkan pertumbuhan yang signifikan," kata Hirwandi, Senin (2/8/2021).
Hingga semester I/2021, Hirwandi menjelaskan bahwa UUS Bank BTN tercatat telah menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp26,89 triliun atau melonjak 29,27% secara tahunan (year-on-year/yoy). Selain mempermudah nasabah dan debitur BTN Syariah dalam mengakses berbagai fitur layanan keuangan secara digital, kolaborasi ini sekaligus dapat meningkatkan inklusi keuangan syariah di Indonesia.
Sementara itu, Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja mengatakan pihaknya terus memperkaya use case agar dapat digunakan dengan mudah oleh masyarakat sehari-hari tanpa harus melakukan kontak fisik. Ia pun berharap, melalui kerja sama ini dapat mewujudkan perluasan ekosistem Syariah yang holistik guna mendukung percepatan inklusi keuangan di Indonesia.
"Kami sangat senang dengan terjalinnya kerja sama bersama BTN Syariah ini, bisa semakin melengkapi ekosistem syariah secara nontunai dan meningkatkan literasi keuangan syariah sesuai amanah Pemerintah Republik Indonesia," jelasnya.
Nota Kesepahaman kerja sama bisnis ditandatangani oleh Direktur Consumer dan Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar bersama Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja secara virtual di Jakarta.
Direktur Consumer dan Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar mengatakan perseroan terus berupaya menjadi one stop financial services bagi masyarakat Indonesia. Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN juga gencar melakukan transformasi digital untuk dapat memenuhi kebutuhan perbankan nasabah sekaligus menyesuaikan dengan kondisi pandemi.
"Untuk mencapai tujuan tersebut, BTN Syariah aktif menggelar sinergi dengan berbagai pihak termasuk LinkAja. Apalagi, di masa pandemi ini nasabah yang menitipkan uangnya di BTN Syariah mencatatkan pertumbuhan yang signifikan," kata Hirwandi, Senin (2/8/2021).
Hingga semester I/2021, Hirwandi menjelaskan bahwa UUS Bank BTN tercatat telah menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp26,89 triliun atau melonjak 29,27% secara tahunan (year-on-year/yoy). Selain mempermudah nasabah dan debitur BTN Syariah dalam mengakses berbagai fitur layanan keuangan secara digital, kolaborasi ini sekaligus dapat meningkatkan inklusi keuangan syariah di Indonesia.
Sementara itu, Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja mengatakan pihaknya terus memperkaya use case agar dapat digunakan dengan mudah oleh masyarakat sehari-hari tanpa harus melakukan kontak fisik. Ia pun berharap, melalui kerja sama ini dapat mewujudkan perluasan ekosistem Syariah yang holistik guna mendukung percepatan inklusi keuangan di Indonesia.
"Kami sangat senang dengan terjalinnya kerja sama bersama BTN Syariah ini, bisa semakin melengkapi ekosistem syariah secara nontunai dan meningkatkan literasi keuangan syariah sesuai amanah Pemerintah Republik Indonesia," jelasnya.
Nota Kesepahaman kerja sama bisnis ditandatangani oleh Direktur Consumer dan Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar bersama Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja secara virtual di Jakarta.