Meski Pandemi, Kelompok Tani di Banyuasin Hasilkan 7,3 Ton Gabah Per Hektar
Rio adi pratama
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 13:36 WIB
Suasana panen raya di lahan penangkaran benih padi Kelompok Usaha bersama Agribisnis (KUBA) Maju Bersama di Desa Sako, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin. Foto: Rio
Meski dalam kondisi pandemi virus corona atau Covid-19, panen gabah di lahan penangkaran benih padi Kelompok Usaha bersama Agribisnis (KUBA) Maju Bersama di Desa Sako, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin tetap berlimpah.
Terbukti, kelompok petani tersebut melakukan panen raya di lahan seluas 20 hektar. Dimana per hektar-nya mampu menghasilkan sebanyak 7,3 ton gabah.
Bupati Banyuasin, Askolani, mengatakan penangkar benih itu menjadi salah satu strategi bagi wilayah yang dipimpinnya untuk mengembangkan pembibitan benih padi unggul.
"Gabah yang dihasilkan 7,3 ton per hektar. Nah, kalau ini dimaksimalkan tentu Banyuasin dapat menjadi nomor satu di Indonesia. Jadi ini harus kita maksimalkan,” ujar dia di sela-sela panen raya, Kamis (5/8).
Karena itu, ia pun optimistis wilayahnya ke depan mampu menjadi produsen benih padi unggul yang dapat memenuhi kebutuhan benih bagi petani di wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Sementara itu, perwakilan dari KUBA Maju Bersama, Tukio, menyampaikan hasil panen raya di lahan seluas 20 hektar kali ini merupakan calon benih bersertifikat. Setalah panen ini, pihaknya akan langsung melakukan proses sertifikasi.
“Kelompok KUBA Maju Bersama dan Tunas Baru sudah ada sejak 1996 silam. Bahkan, kita pernah mendapatkan penghargaan dari Presiden RI yaitu Adikarya Pangan Nusantara di Istana Presiden,” tutup dia.
Terbukti, kelompok petani tersebut melakukan panen raya di lahan seluas 20 hektar. Dimana per hektar-nya mampu menghasilkan sebanyak 7,3 ton gabah.
Bupati Banyuasin, Askolani, mengatakan penangkar benih itu menjadi salah satu strategi bagi wilayah yang dipimpinnya untuk mengembangkan pembibitan benih padi unggul.
"Gabah yang dihasilkan 7,3 ton per hektar. Nah, kalau ini dimaksimalkan tentu Banyuasin dapat menjadi nomor satu di Indonesia. Jadi ini harus kita maksimalkan,” ujar dia di sela-sela panen raya, Kamis (5/8).
Karena itu, ia pun optimistis wilayahnya ke depan mampu menjadi produsen benih padi unggul yang dapat memenuhi kebutuhan benih bagi petani di wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Sementara itu, perwakilan dari KUBA Maju Bersama, Tukio, menyampaikan hasil panen raya di lahan seluas 20 hektar kali ini merupakan calon benih bersertifikat. Setalah panen ini, pihaknya akan langsung melakukan proses sertifikasi.
“Kelompok KUBA Maju Bersama dan Tunas Baru sudah ada sejak 1996 silam. Bahkan, kita pernah mendapatkan penghargaan dari Presiden RI yaitu Adikarya Pangan Nusantara di Istana Presiden,” tutup dia.