LANGIT7.ID, Banyuasin - Meski dalam kondisi pandemi virus corona atau Covid-19, panen gabah di lahan penangkaran benih padi Kelompok Usaha bersama Agribisnis (KUBA) Maju Bersama di Desa Sako, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin tetap berlimpah.
Terbukti, kelompok petani tersebut melakukan panen raya di lahan seluas 20 hektar. Dimana per hektar-nya mampu menghasilkan sebanyak 7,3 ton gabah.
Bupati Banyuasin, Askolani, mengatakan penangkar benih itu menjadi salah satu strategi bagi wilayah yang dipimpinnya untuk mengembangkan pembibitan benih padi unggul.
"Gabah yang dihasilkan 7,3 ton per hektar. Nah, kalau ini dimaksimalkan tentu Banyuasin dapat menjadi nomor satu di Indonesia. Jadi ini harus kita maksimalkan,” ujar dia di sela-sela panen raya, Kamis (5/8).
Karena itu, ia pun optimistis wilayahnya ke depan mampu menjadi produsen benih padi unggul yang dapat memenuhi kebutuhan benih bagi petani di wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Sementara itu, perwakilan dari KUBA Maju Bersama, Tukio, menyampaikan hasil panen raya di lahan seluas 20 hektar kali ini merupakan calon benih bersertifikat. Setalah panen ini, pihaknya akan langsung melakukan proses sertifikasi.
“Kelompok KUBA Maju Bersama dan Tunas Baru sudah ada sejak 1996 silam. Bahkan, kita pernah mendapatkan penghargaan dari Presiden RI yaitu Adikarya Pangan Nusantara di Istana Presiden,” tutup dia.
Terpisah, Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengatakan bahwa panen penangkaran benih di Kabupaten Banyuasin tersebut hasilnya bukan saja diperuntukkan untuk disebar di wilayah sekitar, tapi juga akan disebar ke 17 daerah lainnya di Sumsel.
Menurut Deru, sebagai kelompok tani yang telah menjadi produsen benih bersertifikat diharap agar penangkaran benih padi KUBA Maju Bersama dapat menjadi contoh bagi daerah atau kelompok tani lainnya.
“Karena itu, saya minta benih yang telah dihasilkan dapat segera dipasarkan melalui E-Katalog benih,” tutup dia.
(zul)