Kelompok Perempuan Tani Ini Kelola Limbah Jadi Kerajinan Tangan
Mahmuda attar hussein
Rabu, 06 Juli 2022 - 07:40 WIB
Kelompok Perempuan Tani Ini Kelola Limbah Jadi Kerajinan Tangan. (Foto: Antaranews).
Kelompok Perempuan Tani di Maros mengelola limbah plastik menjadi kerajinan tangan. Hal ini dilakukan untuk mendukung sektor pariwisata di Kars Rammang-Rammang.
Ketua Kelompok Perempuan Tani (KPT), Nasriani mengatakan, ada 25 orang yang tergabung untuk mengelola bahan pangan sebagai oleh-oleh, atau sampah plastik sebagai souvenir dan pernak-pernik.
"Anggota kami mayoritas ibu rumah tangga yang juga berstatus sebagai petani," kata Nasriani seperti dilansir Antaranews, Selasa (5/7/2022).
Di sela-sela waktu senggang, kata dia, mereka membuat cemilan dari aneka bahan pangan untuk dijajakan di lokasi objek wisata andalan khas Maros.
Baca Juga: Komunitas di Bengkulu Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Selain itu, juga ada yang menggeluti fokus pada penanganan lingkungan di Rammang-Rammang dengan mengumpulkan sampah plastik untuk menjadi barang yang berguna atau souvenir.
Anggota KPT, Wahyuni mengatakan, sudah lebih dari setahun menggeluti kerajinan tangan dari bahan sampah plastik seperti pembungkus minuman kopi saset di kawasan wisata karts Rammang-Rammang.
Ketua Kelompok Perempuan Tani (KPT), Nasriani mengatakan, ada 25 orang yang tergabung untuk mengelola bahan pangan sebagai oleh-oleh, atau sampah plastik sebagai souvenir dan pernak-pernik.
"Anggota kami mayoritas ibu rumah tangga yang juga berstatus sebagai petani," kata Nasriani seperti dilansir Antaranews, Selasa (5/7/2022).
Di sela-sela waktu senggang, kata dia, mereka membuat cemilan dari aneka bahan pangan untuk dijajakan di lokasi objek wisata andalan khas Maros.
Baca Juga: Komunitas di Bengkulu Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Selain itu, juga ada yang menggeluti fokus pada penanganan lingkungan di Rammang-Rammang dengan mengumpulkan sampah plastik untuk menjadi barang yang berguna atau souvenir.
Anggota KPT, Wahyuni mengatakan, sudah lebih dari setahun menggeluti kerajinan tangan dari bahan sampah plastik seperti pembungkus minuman kopi saset di kawasan wisata karts Rammang-Rammang.