Irigasi Embung Sumingkir Mampu Airi 50 Hektar Sawah di Cilacap
Andi Muhammad
Kamis, 07 Juli 2022 - 23:50 WIB
Pembangunan Embung Sumingkir dilakukan sejak April 2021 dan rampung seluruhnya pada Desember 2021. Foto: Humas PUPR.
Sumber irigasi persawahan di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah diresmikan langsung Ketua DPR Puan Maharani. Pembangunan Embung Sumingkir dilakukan sejak April 2021 dan rampung seluruhnya pada Desember 2021.
“Embung Sumingkir penting bagi masyarakat karena dengan adanya embung ini dapat membantu pertanian, khususnya di Desa Sumingkir yang mayoritas warganya adalah petani,” kata Puan dalam keterangannya, Kamis (7/7/2022).
Pembangunan dilaksanakan olehBalai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak dengan biaya Rp14 miliar. Embung Sumingkir memiliki volume tampung 32.425 m3 dengan luas genangan 1,16 Ha. Sehingga Embung Sumingkir diperkirakan mampu mengairi 50 Ha sawah di Desa Sumingkir, Kecamatan Jeruklegi dan Desa Dondong, Kecamatan Kasugihan.
Baca Juga:Target 61 Bendungan, PUPR Dukung Surplus Pangan Nasional
"AdanyaEmbung Sumingkirmeningkatkan Intensitas Tanam dari 105 persen menjadi 215 persen, yang semula satu kali panen setiap tahunnya menjadi tiga kali panen dalam satu tahun," kata Kepala BBWS Serayu Opak Dwi Purwantoro.
Selain untuk irigasi persawahan, Embung Sumingkir juga berfungsi untuk mereduksi banjir, konservasi air, dan mendukung pariwisata lokal.
Turut hadir Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rahman, Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti, Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Essy Asiah, Direktur Sanitasi Ditjen Cipta Karya Tanozisochi Lase, Kepala BPPW Jawa Tengah Cakra Nagara, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Pantja Dharma Oetojo.
“Embung Sumingkir penting bagi masyarakat karena dengan adanya embung ini dapat membantu pertanian, khususnya di Desa Sumingkir yang mayoritas warganya adalah petani,” kata Puan dalam keterangannya, Kamis (7/7/2022).
Pembangunan dilaksanakan olehBalai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak dengan biaya Rp14 miliar. Embung Sumingkir memiliki volume tampung 32.425 m3 dengan luas genangan 1,16 Ha. Sehingga Embung Sumingkir diperkirakan mampu mengairi 50 Ha sawah di Desa Sumingkir, Kecamatan Jeruklegi dan Desa Dondong, Kecamatan Kasugihan.
Baca Juga:Target 61 Bendungan, PUPR Dukung Surplus Pangan Nasional
"AdanyaEmbung Sumingkirmeningkatkan Intensitas Tanam dari 105 persen menjadi 215 persen, yang semula satu kali panen setiap tahunnya menjadi tiga kali panen dalam satu tahun," kata Kepala BBWS Serayu Opak Dwi Purwantoro.
Selain untuk irigasi persawahan, Embung Sumingkir juga berfungsi untuk mereduksi banjir, konservasi air, dan mendukung pariwisata lokal.
Turut hadir Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rahman, Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti, Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Essy Asiah, Direktur Sanitasi Ditjen Cipta Karya Tanozisochi Lase, Kepala BPPW Jawa Tengah Cakra Nagara, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Pantja Dharma Oetojo.