LANGIT7.ID-Jakarta; - Perbincangan mengenai sosok yang layak memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kian hangat mendekati gelaran Muktamar ke-35 NU. Di tengah bergulirnya dinamika tersebut, rekam jejak Bendahara Umum PBNU, H Gudfan Arif Ghofur, menarik perhatian luas dan mendapat dorongan dari berbagai elemen Nahdliyin untuk maju dalam bursa calon Ketua Umum PBNU.
Kiprah Gus Gudfan di lingkungan NU menjadi sorotan utama di media massa maupun media sosial. Perjalanan pengabdiannya dinilai lengkap, mulai dari keaktifannya di badan otonom NU, peran strategisnya sebagai Bendahara Umum PBNU, hingga kontribusi nyatanya dalam memajukan ekonomi umat dan pesantren.
Di ruang digital, warga Nahdliyin dari berbagai kalangan gencar membagikan rekam jejak serta gagasannya untuk masa depan organisasi. Dukungan mengalir dari kelompok yang mendambakan sosok pemimpin berkemampuan manajerial mumpuni, berpengalaman dalam berorganisasi, serta berorientasi pada penguatan jam’iyah.
Baca Juga: Alma Esbeye Bakal Tampil di Muktamar ke-35 NU, Intip Perjalanan Kariernya di Musik ReligiMeskipun namanya kian santer diperbincangkan, Gus Gudfan sempat menunjukkan sikap enggan saat awal disangkutpautkan dengan bursa kepemimpinan nasional NU tersebut. Kala itu, ia memilih untuk fokus pada pengabdian di pesantren.
“
Tak ngancani para santri ngaji ae aku ya (Saya mendampingi para santri mengaji saja ya),” kelakarnya, dikutip Duta.co, Senin (10/8/2026).
Sikap rendah hati tersebut justru menuai kepatutan di mata para sepuh dan kalangan pesantren. KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) bahkan turut mengomentari sikap penolakan halus tersebut, mengisyaratkan bahwa gelagat menolak itu merupakan hal yang wajar mengingat latar belakang silsilahnya.
"
Hala wong dia putune (Lah wong dia cucunya)," tutur Gus Baha.
Mendekati pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, arus dukungan terhadap berbagai figur diprediksi akan terus bergerak dinamis. Nama Gudfan Arif Ghofur dipastikan menjadi salah satu sosok sentral yang terus diperhitungkan dalam bursa kepemimpinan PBNU mendatang.
Baca Juga: Pertemuan Mendikdasmen-Cholil Nafis, Membudayakan Hidup Halal di Kalangan Sekolah(zhd)