FIBA Asia Cup 2022
Filipina Kewalahan Hadapi Tripoin Lebanon di Kuarter Ketiga
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 14 Juli 2022 - 08:35 WIB
Pebasket Filipina William Navarro (kiri) berusaha menghalau tembakan tripoin pebasket Lebanon Yousef Khayat dalam pertandingan Grup D Piala FIBA Asia 2022. Foto: Antaranews
Filipina dibuat kewalahan akurasi lemparan tiga angka Lebanon pada kuarter ketiga kala kedua tim bertemu dalam pertandingan Grup D Piala FIBA Asia 2022. Hal demikian disampaikan langsung pelatih Vincent Chot Reyes.
Chot menyebutkan, kelebihan itu sebagai faktor besar yang membuat momentum apik Filipina dalam kuarter keempat tak cukup membalikkan keadaan. Dengan begitu, harus mengakui keunggulan Lebanon 80-95 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (13/7/2022) malam WIB.
Baca Juga:Mengenal Marques Bolden, Pebasket Jebolan NBA yang Perkuat Timnas Indonesia
"Saya pikir kami melakukan upaya yang bagus, tak menyerah bahkan ketika tertinggal nyaris 20 poin," kata Chot dalam keterangan pers selepas pertandingan.
"Padaawal kuarter keempat kami memiliki momentum bagus bahkan bisa melanjutkannya untuk memangkas jarak hingga tersisa satu digit. Sayangnya marjin yang mereka ciptakan lewat tripoin akurat dalam kuarter ketiga terlalu berat untuk kami balikkan," sambung dia.
Statistik pertandingan mencatat Lebanon melesakkan enam dari tujuh lemparan tiga angka sepanjang kuarter ketiga yang melonjak tinggi dibandingkan masing-masing satu dari empat dalam dua kuarter sebelumnya. Di sisi lain Chot juga menyoroti bagaimana para pemainnya 16 kali kehilangan bola yang bisa dikonversi oleh Lebanon menjadi 21 poin tambahan.
Chot menyebutkan, kelebihan itu sebagai faktor besar yang membuat momentum apik Filipina dalam kuarter keempat tak cukup membalikkan keadaan. Dengan begitu, harus mengakui keunggulan Lebanon 80-95 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (13/7/2022) malam WIB.
Baca Juga:Mengenal Marques Bolden, Pebasket Jebolan NBA yang Perkuat Timnas Indonesia
"Saya pikir kami melakukan upaya yang bagus, tak menyerah bahkan ketika tertinggal nyaris 20 poin," kata Chot dalam keterangan pers selepas pertandingan.
"Padaawal kuarter keempat kami memiliki momentum bagus bahkan bisa melanjutkannya untuk memangkas jarak hingga tersisa satu digit. Sayangnya marjin yang mereka ciptakan lewat tripoin akurat dalam kuarter ketiga terlalu berat untuk kami balikkan," sambung dia.
Statistik pertandingan mencatat Lebanon melesakkan enam dari tujuh lemparan tiga angka sepanjang kuarter ketiga yang melonjak tinggi dibandingkan masing-masing satu dari empat dalam dua kuarter sebelumnya. Di sisi lain Chot juga menyoroti bagaimana para pemainnya 16 kali kehilangan bola yang bisa dikonversi oleh Lebanon menjadi 21 poin tambahan.