Elemen Umat Islam Gagas Gerakan Nasional Anti Islamofobia
Fajar adhitya
Ahad, 17 Juli 2022 - 20:00 WIB
Sejumlah elemen umat Islam menggagas Gerakan Nasional Anti Islamofobia (GNAI) (foto: LANGIT7/ Suandri Ansah)
Sejumlah elemen umat Islam menggagas Gerakan Nasional Anti Islamofobia (GNAI). Inisiatif ini dilatarbelakangi maraknya sikap islamofobia sekaligus menguatkan perayaan Hari Anti Islamofobia setiap tanggal 15 Maret.
Deklarasi Gerakan Nasional Anti Islamofobia dilakukan di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Jumat (15/7/2022). Sejumlah ulama dan tokoh nasional dari berbagai ormas Islam seperti Muhammadiyah, Alwashliyah, Persatuan Islam, NU hadir dalam pernyataan deklarasi di Aula Buya Hamka.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kami mendeklarasikan berdirinya Gerakan Nasional Anti Islamofobia, dengan penuh harapan semoga Allah meridhai kita semua,” kata Ketua Presidium GNAI, Ferry Juliantono.
Baca juga:Rekomendasi Munas JATTI: Kepemimpinan Nasional hingga Lawan Islamophobia
Ferry mengatakan, GNAI khawatir dengan tindakan Islamofobia terhadap umat Islam di berbagai belahan dunia. Di Indonesia sendiri, lanjutnya, islamofobia pun mulai tumbuh menggerogoti keyakinan anak muda.
GNAI mendorong Hari Anti Islamofobia yang dicetuskan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setiap 15 Maret turut diperingati di Indonesia. Selain itu, GNAI mendorong pemerintah menelurkan kebijakan yang afirmatif terhadap berbagai agama agar tercipta kerukunan.
“Resolusi PBB ini sebagai pijakan untuk melawan Islamofobia di dalam negeri yang semakin hari semakin memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” tuturnya.
Deklarasi Gerakan Nasional Anti Islamofobia dilakukan di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Jumat (15/7/2022). Sejumlah ulama dan tokoh nasional dari berbagai ormas Islam seperti Muhammadiyah, Alwashliyah, Persatuan Islam, NU hadir dalam pernyataan deklarasi di Aula Buya Hamka.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kami mendeklarasikan berdirinya Gerakan Nasional Anti Islamofobia, dengan penuh harapan semoga Allah meridhai kita semua,” kata Ketua Presidium GNAI, Ferry Juliantono.
Baca juga:Rekomendasi Munas JATTI: Kepemimpinan Nasional hingga Lawan Islamophobia
Ferry mengatakan, GNAI khawatir dengan tindakan Islamofobia terhadap umat Islam di berbagai belahan dunia. Di Indonesia sendiri, lanjutnya, islamofobia pun mulai tumbuh menggerogoti keyakinan anak muda.
GNAI mendorong Hari Anti Islamofobia yang dicetuskan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setiap 15 Maret turut diperingati di Indonesia. Selain itu, GNAI mendorong pemerintah menelurkan kebijakan yang afirmatif terhadap berbagai agama agar tercipta kerukunan.
“Resolusi PBB ini sebagai pijakan untuk melawan Islamofobia di dalam negeri yang semakin hari semakin memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” tuturnya.