Imbas Perang Rusia-Ukraina, Harga Mi Instan Bakal Naik
Ummu hani
Jum'at, 22 Juli 2022 - 19:37 WIB
Ilustrasi mi instan. (Foto: Langit7.id/iStock)
Invasi Rusia keUkraina yang terjadi beberapa bulan lalu turut mempengaruhi kestabilan perdagangan global. Akibatnya, produksi serta distribusi banyak komoditas terganggu, salah satunya gandum.
Diketahui, baik Rusia dan Ukraina merupakan negara penghasil gandum terbesar dunia, yakni sekitar 30-40 persen kebutuhan dunia. Hal tersebut diklaim mempengaruhi naiknya harga mi instan di Indonesia. Terlebih, gandum merupakan salah satu bahan pokok mi instan.
Baca Juga:Antisipasi Krisis Pangan, Yuk Mulai Bertani dan Beternak
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengatakan kenaikan harga mi instan tak bisa dihindari karena masalah geopolitik Rusia-Ukraina ini. "Harga Super Mi, Indomie, dan mi lainnya itu akan naik, nggak bisa dihindari," ujar Moeldokos dalam seminar Wawasan Kebangsaan: Strategi Pemerintahan Jokowi Menjaga Keseimbangan Stabilitas & Keterbukaan di Era Disrupsi Informasi, dikutip Jumat (22/7/2022).
Tak hanya gandum, harga minyak dunia juga turut naik akibat geopolitik Rusia-Ukraina. Harga minyak dunia kini mencapai lebih dari USD100 per barel. Selain itu, harga pupuk pun naik, termasuk di Indonesia.
"Harga pupuk dunia dulu Ukraina, Belarusia USD400 per ton atau Rp6 juta. Sekarang kita harus impor dari Kanada harganya USD900 per ton atau Rp13,5 juta. Dampaknya petani kita teriak karena harga pupuk mahal," ucap Moeldoko.
Baca Juga:Heboh Bungkus Indomie Goreng di Medan Perang Ukraina
Diketahui, baik Rusia dan Ukraina merupakan negara penghasil gandum terbesar dunia, yakni sekitar 30-40 persen kebutuhan dunia. Hal tersebut diklaim mempengaruhi naiknya harga mi instan di Indonesia. Terlebih, gandum merupakan salah satu bahan pokok mi instan.
Baca Juga:Antisipasi Krisis Pangan, Yuk Mulai Bertani dan Beternak
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengatakan kenaikan harga mi instan tak bisa dihindari karena masalah geopolitik Rusia-Ukraina ini. "Harga Super Mi, Indomie, dan mi lainnya itu akan naik, nggak bisa dihindari," ujar Moeldokos dalam seminar Wawasan Kebangsaan: Strategi Pemerintahan Jokowi Menjaga Keseimbangan Stabilitas & Keterbukaan di Era Disrupsi Informasi, dikutip Jumat (22/7/2022).
Tak hanya gandum, harga minyak dunia juga turut naik akibat geopolitik Rusia-Ukraina. Harga minyak dunia kini mencapai lebih dari USD100 per barel. Selain itu, harga pupuk pun naik, termasuk di Indonesia.
"Harga pupuk dunia dulu Ukraina, Belarusia USD400 per ton atau Rp6 juta. Sekarang kita harus impor dari Kanada harganya USD900 per ton atau Rp13,5 juta. Dampaknya petani kita teriak karena harga pupuk mahal," ucap Moeldoko.
Baca Juga:Heboh Bungkus Indomie Goreng di Medan Perang Ukraina