Masjid Tokyo Camii, Wisata Religi Termegah di Jepang
Andi Muhammad
Senin, 25 Juli 2022 - 14:50 WIB
Masjid Tokyo Camii di distrik Oyama-cho, kawasan Shibuya, Tokyo, Jepang. Foto: Istimewa.
Berwisata ke Jepang rasanya tidak lengkap jika tidak berkunjung ke Masjid Tokyo Camii. Tempat ibadah ini terletak di distrik Oyama-cho, kawasan Shibuya, Tokyo, Jepang dan merupakan masjid termegah di 'Negeri Sakura.'
Masjid termegah di Jepang ini bukan hanya menjadi sarana ibadah, namun juga berfungsi sebagai tempat pernikahan, pameran, konferensi, dan wisata religi. Hal ini menjadi daya tarik para wisatawan untuk berkunjung ke masjid.
Bangunan masjid seluas 734 meter persegi mampu menampung 1.200 jamaah di atas luas lahan sebesar 1.477 meter persegi. Masjid ini memiliki empat lantai, dengan satu lantai bawah tanah. Masjid ditopang oleh enam buah pilar dan memiliki kubah yang sangat besar.
Baca Juga:Masjid Al Jihad Banjarmasin Fungsikan Alphard untuk Mobil Jenazah
Melansir Tokyo Camii, Masjid tersebut awalnya dibangun pada 12 Mei 1938 oleh para imigran Bashkir dan Tatar asal Rusia yang datang ke Jepang setelah revolusi Oktober. Seluruh bangunan masjid sempat dirobohkan pada tahun 1986 karena rusaknya struktur masjid yang cukup parah.
Kemudian dibuka kembali pada tahun 2000 setelah proses pembangunan ulang rampung sejak 1998 yang didukung oleh pemerintah Turki melalui Kementerian Agama Turki. Pembangunan ulang Masjid Tokyo Camii menghabiskan dana sekitar 1,5 juta Yen.
Baca Juga:Banyak Jangkiti Homoseksual, Cacar Monyet Ditetapkan Sebagai Darurat Kesehatan Global
Masjid termegah di Jepang ini bukan hanya menjadi sarana ibadah, namun juga berfungsi sebagai tempat pernikahan, pameran, konferensi, dan wisata religi. Hal ini menjadi daya tarik para wisatawan untuk berkunjung ke masjid.
Bangunan masjid seluas 734 meter persegi mampu menampung 1.200 jamaah di atas luas lahan sebesar 1.477 meter persegi. Masjid ini memiliki empat lantai, dengan satu lantai bawah tanah. Masjid ditopang oleh enam buah pilar dan memiliki kubah yang sangat besar.
Baca Juga:Masjid Al Jihad Banjarmasin Fungsikan Alphard untuk Mobil Jenazah
Melansir Tokyo Camii, Masjid tersebut awalnya dibangun pada 12 Mei 1938 oleh para imigran Bashkir dan Tatar asal Rusia yang datang ke Jepang setelah revolusi Oktober. Seluruh bangunan masjid sempat dirobohkan pada tahun 1986 karena rusaknya struktur masjid yang cukup parah.
Kemudian dibuka kembali pada tahun 2000 setelah proses pembangunan ulang rampung sejak 1998 yang didukung oleh pemerintah Turki melalui Kementerian Agama Turki. Pembangunan ulang Masjid Tokyo Camii menghabiskan dana sekitar 1,5 juta Yen.
Baca Juga:Banyak Jangkiti Homoseksual, Cacar Monyet Ditetapkan Sebagai Darurat Kesehatan Global