Musim Seni Salihara 2022, Wujud Komitmen Hidupkan Seni Pascapandemi
Hasanah syakim
Kamis, 28 Juli 2022 - 09:35 WIB
Komunitas Salihara Arts Center kembali menggelar musim seni salihara 2022 (foto: Langit7/ hasanah syakim)
Komunitas Salihara Arts Center kembali menghadirkan pertunjukan seni dan budaya Musim Seni Salihara (MSS) 2022 yang dapat disaksikan secara hybrid mulai 5-4 Agustus 2022.
Dengan tagline Berseni Kembali, MSS hadir tak hanya mempertontonkan pertunjukan seni, melainkan pameran bertajuk Kelana Boneka dan diskusi seni bernama Fokus!.
Direktur Program Komunitas Salihara Arts Center, Nirwan Dewanto mengatakan, kehadiran MSS 2022 menjadi wujud komitmen Komunitas Salihara untuk terus menghidupkan semangat berkesenian pascapandemi.
Baca juga:Pameran Manifesto VIII Transposisi: Elaborasi Seni dengan Isu Aktual
"Meski pandemi belum berakhir, kami terus berupaya untuk memberikan perkembangan teraktual dunia seni Tanah Air kepada masyarakat melalui beberapa program kami," kata Nirwan, Rabu (27/7/2022).
Menurut Nirwan, kendati ada cara-cara baru dalam berkreasi akan tetapi pada dasarnya, orang-orang seni dalam pertunjukan saat ini tengah merindukan suatu tatap muka langsung.
"Seni pertunjukan itu merupakan gabungan dari semua unsur di ruang pertunjukan mulai dari seniman hingga penonton. Oleh sebab itu, interaksi langsung menjadi penting," ujarnya.
Dengan tagline Berseni Kembali, MSS hadir tak hanya mempertontonkan pertunjukan seni, melainkan pameran bertajuk Kelana Boneka dan diskusi seni bernama Fokus!.
Direktur Program Komunitas Salihara Arts Center, Nirwan Dewanto mengatakan, kehadiran MSS 2022 menjadi wujud komitmen Komunitas Salihara untuk terus menghidupkan semangat berkesenian pascapandemi.
Baca juga:Pameran Manifesto VIII Transposisi: Elaborasi Seni dengan Isu Aktual
"Meski pandemi belum berakhir, kami terus berupaya untuk memberikan perkembangan teraktual dunia seni Tanah Air kepada masyarakat melalui beberapa program kami," kata Nirwan, Rabu (27/7/2022).
Menurut Nirwan, kendati ada cara-cara baru dalam berkreasi akan tetapi pada dasarnya, orang-orang seni dalam pertunjukan saat ini tengah merindukan suatu tatap muka langsung.
"Seni pertunjukan itu merupakan gabungan dari semua unsur di ruang pertunjukan mulai dari seniman hingga penonton. Oleh sebab itu, interaksi langsung menjadi penting," ujarnya.