LANGIT7.ID, Jakarta - Pameran Manifesto VIII Transposisi dinilai mempunyai arti penting bagi jasad wacana, dan praktik seni rupa di Indonesia. Pameran ini menghadirkan seniman dan karya seni melalui proses kurasi yang tajam.
Kurator Pameran Seni Rupa Kontemporer Indonesia, Suwarno mengatakan proses kurasi yang tajam tersebut di bawah bingkai keindonesiaan, kebangsaan, serta keseharian.
"Seniman berada dalam tantangan untuk mengelaborasi ide-ide kurasi yang terus bergerak seiring dengan isu-isu aktual dan kontekstual dalam karya seni visual," katanya Selasa (26/7/2022).
Baca juga: Pameran Seni Rupa Manifesto Ke-8, Bangkitkan Seni Rupa KontemporerSelanjutnya, Siwarno menekankan agar publik seni maupun masyarkat luas dapat menyaksikan sekaligus mengonfirmasi perkembangan wacana dan praktik seni mutakhir.
Kepala Galeri Nasional Indonesia, Pustanto menyampaikan para perupa diharapkan memiliki kepekaan yang tajam dalam membuat seni rupa yang memiliki posisi dan peran krusial.
Menurut Pustanta, posisi dan peran krusial tersebut yang mampu berkontribusi positif dalam kehidupan masyarakjat serta mendorong kemajuan zaman.
"Semoga karya-karya dalam pameran ini juga mampu menggugah para apresiator untuk turut mendukung perkembangan dan kemajuan seni rupa serta berkontribusi bagi masa depan Indonesia,” ujar Pustanto.
Baca juga: DKJ Gelar Karya Seni Tahun 1980-an di Taman Ismail Marzuki Pameran Seni Rupa Kontemporer Indonesia MANIFESTO VIII “Transposisi" dapat dikunjungi publik mulai 27 Juli hingga 26 Agustus 2022 dan digelar di dua tempat di Gedung A Galeri Nasional Indonesia dan Museum Kebangkitan Nasional.
(sof)