LANGIT7.ID-Jakarta; Tujuh pelukis cat air akan menghelat eksibisi khusus seni lukis dengan tajuk Renjana. Acara akan digelar di balai Budaya dan partisipan seniman adalah Michellina Triwardhany, Dian Fitrasari, Niken Vijayanti, Aviliani, Baskoro Sardadi, Erika Enda Ginting dan Dumasi Marisina Magdalena Samosir.
Ketujuh pelukis akan menampilkan keragaman ekspresi dan corak lukisan cat air dengan memperkaya arti Renjana, yakni mengulik kembali kosa kata Sanskrit kuno sebagai yang disebut ‘Ranjana’. Yakni, sebuah kekuatan milik seniman sebagai manusia yang merasa dirinya utuh, mencapai totalitas antara seniman dan karya-karyanya.
“Bahasa Sanskirt mengartikan Ranjana sebagai ruang kegembiraan, rasa yang sangat kuat yang bisa dikatakan sebagai mucul dari kesadaran berlandas hati, selain perjuangan dan pencarian bahasa visual tak henti yang melukiskan dengan hasrat terdalam”; kata seorang pengamat seni Bambang Asrini dalam keterangan resmi, Minggu (30/11/2025).
![Tujuh Pelukis Cat Air Hadirkan ‘Renjana’ di Balai Budaya: Ekspresi Mendalam dari Sanskrit Ranjana]()
Seturut Ilham Khoiri, General Manager pusat seni dan budaya, Bentara Budaya Jakarta dalam pengantar katalog pameran mengatakan:
“Komunitas cat air dan pelukis cat air, dari sejarah kita mengingat bahwa pelukis sohor istana Presiden, Lee Man Fong adalah pelukis cat air dan yang bersahabat dengan Proklamator, Presiden Soekarno. Keduanya bersahabat dan Bung Karno sendiri juga membuktikan seorang pelukis cakap, saat di buang oleh Belanda ke Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur” ujar Ilham.
“Penekun material ini tak hanya para seniman profesional atau berlatar belakang akademik seni rupa. Banyak juga mereka yang belajar melukis dengan cat air secara otodidak atau dengan bergabung dalam komunitas. Ada Komunitas seni Agus Budiyanto Aquarelle Studio (ABAS) yang punya ragam professional latar belakang pelukisnya, arsitek, profesional, bankir dll” kata Ilham menambahkan.
![Tujuh Pelukis Cat Air Hadirkan ‘Renjana’ di Balai Budaya: Ekspresi Mendalam dari Sanskrit Ranjana]()
Sementara itu Bambang Asrini menyatakan “Pameran Renjana di balai Budaya adalah pergumulan tak henti tentang totalitas tujuh pelukis yang tergabung di ABAS Studio dengan mentornya Agus Budiyanto, selain bertemunya pengalaman-pengalaman nalar-rasa kehidupan antara pelukis dan karyanya; serta apresian yang juga diharapkan sepenuh hati dan keintiman yang sama mengapresiasinya”.
Tujuh seniman memiliki demikian luas imajinasi, perasaan-perasaan dan topik-topik yang digali secara personal untuk subject matter karya-karyanya, dari kecakapan skill yang cukup memadai dan juga pilihan topik merespon tajuk Pameran Renjana yang sangat plural dimaknai secara personal oleh masing-masing pelukis.
Pameran yang akan berlangsung tujuh hari ini, pada 6 Desember 2025 akan diselenggarakan event Plein Air, yakni melukis langsung di luar ruang atau on the spot, bersama-sama melukis di galeri yang pihak panitia menyediakan sejumlah fasilitas untuk seniman dan publik luas dari komunitas-komunitas cat air lainnya ikut bergabung.
(lam)