LANGIT7.ID, Jakarta - Komunitas Salihara menggelar program Seratus Tahun Chairil Anwar untuk mengenang dan merayakan seratus tahun kelahiran tokoh penyair, pada 27 hingga 30 Oktober di Teater Salihara.
Program Seratus Tahun Chairil Anwar di Salihara akan dimeriahkan oleh sejumlah acara yang berkaitan dengan Chairil Anwar. Mulai dari ceramah, diskusi berseri, debat sastra, pembacaan puisi hingga pameran arsip Chairil Anwar.
Kurator Edukasi dan Gagasan Komunitas Salihara, Zen Hae menyampaikan tujuan program ini bukan hanya merayakan seratus tahun kelahiran Chairil Anwar sebagaimana yang telah terjadi di banyak tempat. Akan tetapi lebih dari itu, untuk memperkenalkan kembali Chairil kepada khalayak pembaca dan kritikus generasi muda.
“Program-program di Salihara berusaha menawarkan pertimbangan baru terhadap karya Chairil Anwar. Dalam diskusi dan ceramah akan kelihatan bagaimana sosok seorang penyair bukanlah yang utama," katanya dalam keterangannya dikutip Rabu (19/10/2022).
Kendati demikian, menurutnya yang jauh lebih penting adalah bagaimana karya-karyanya sampai kepada masyarakat dalam nuansa, dan penafsiran yang baru dan menyegarkan.
"Dan itu dilakukan hampir seluruhnya oleh para kritikus sastra generasi terkini,” tegasnya.
Chairil Anwar menjadi salah satu sosok esusastraan Indonesia yang karya sajaknya kerap diperkenalkan kepada generasi muda, bahkan sejak di bangku Sekolah Dasar (SD). Karya-karyanya juga telah diterjemahkan ke berbagai bahasa seperti Inggris, Belanda, Jerman, Perancis, dan lainnya.
Zen Hae mengatakan Puisi Chairil Anwar merupakan pencapaian terbaik dalam sastra Indonesia, yang menginspirasi perpuisian Indonesia modern di generasi selanjutnya,
“Puisi-puisi Chairil Anwar adalah pencapaian terbaik sastra Indonesia pada paruh pertama abad ke-20. Ditulis dengan bahasa Indonesia yang modern dan segar," kata Zen Hae.
Lebih lanjut, dia juga mengatakan puisi-puisi Chairil Anwar menjadi penanda penting bagi perpuisian Indonesia modern masa itu, dan masa berikutnya.
"Sampai hari ini Chairil memperbaharui bahasa Indonesia sebagai bahasa sastra, membuat puisi Indonesia masa itu menjadi berbeda dari puisi-puisi sebelumnya atau yang sezaman," tambahnya.
Program Seratus Tahun Chairil Anwar di Komunitas Salihara nantinya juga akan diisi ceramah yang disampaikan oleh Arif Bagus Prasetyo, kritikus sastra dari Denpasar, yang akan menilik pembaharuan Chairil Anwar terhadap puisi berbahasa Indonesia masa 1940-an dan sesudahnya.
Selain itu peserta juga bisa mengikuti diskusi berseri yang menampilkan para penulis pemenang Sayembara Kritik Sastra Dewan Kesenian Jakarta 2022 “Modernisme Chairil Anwar”, juga penulis undangan dalam tajuk Chairil Anwar dalam Enam Tilikan.
Tak hanya itu, dalam program ini peserta juga akan mengenal lebih dalam tentang sosok sang penyair lewat pembacaan puisi yang disutradarai oleh Ruth Marini.
Selain itu, Komunitas Salihara juga akan menggelar pameran arsip Aku Berkisar Antara Mereka pada 28 Oktober hingga 4 Desember 2022 di Galeri Salihara.
(sof)