Melihat Kaligrafi Tertua Al-Qur'an di Masjid Agung Moskow
Andi Muhammad
Senin, 01 Agustus 2022 - 16:30 WIB
Masjid Agung Moskow atau Moscow Cathedral Mosque yang memiliki kubah emas. Foto: Pinterest.com.
Penyebaran agama Islam di Rusia terbilang cukup pesat, bahkan kini Rusia merupakan salah satu negara di Eropa dengan populasi umat muslim terbanyak. Tak heran bila ada banyak masjid-masjid di sana, di antaranya Masjid Agung Moskow atau Moscow Cathedral Mosque yang memiliki kubah emas.
Masjid ini difasilitasi museum yang terletak pada lantai tiga bangunan dan gratis untuk dikunjungi. Di sana terdapat manuskrip Al-Qur'an tertua serta kaligrafi Arab yang berasal dari abad ke 8 dengan munculnya tulisan Kufi.
Masjid yang diresmikan kembali pada tahun 2015 ini dapat menampung lebih dari 10 ribu jamaah sekaligus dan merupakan salah satu masjid terbesar di Eropa. Sarana Ibadah umat muslim ini memiliki kisah yang panjang sebelum menjadi masjid yang megah.
Baca Juga:Melihat Kemegahan Masjid Ramlie Musofa dengan Paduan 4 Budaya
Melansir Bridge To Moscow, bangunan pertama masjid ini dibangun pada tahun 1904. Selama periode Soviet, masjid tidak ditutup dan bahkan menjadi satu-satunya masjid yang berfungsi di Rusia tengah setelah 1936.
Masjid yang terletak di sebelah kompleks olahraga Olimpiade yang sedang dibangun, terancam dibongkar. Masjid ini dipertahankan oleh para pemimpin agama Islam Moskow dan duta besar dari negara-negara Arab. Pada tahun 2011, masjid itu dihancurkan untuk pembangunan masjid baru, yang dibuka pada tahun 2015.
Pada ruangan salat masjid, dinding didesain dengan bahan modern namun tetap mempertahankan penampilan yang sama seperti pada tahun 1904. Interior-interior yang mewah, kombinasi mencolok dari marmer putih bersih, hijau, biru, dan emas dengan pola zamrud, ukiran batu dan kayu yang terampil mampu membuat mata pengunjung atau jamaah terpana akan pesonanya.
Masjid ini difasilitasi museum yang terletak pada lantai tiga bangunan dan gratis untuk dikunjungi. Di sana terdapat manuskrip Al-Qur'an tertua serta kaligrafi Arab yang berasal dari abad ke 8 dengan munculnya tulisan Kufi.
Masjid yang diresmikan kembali pada tahun 2015 ini dapat menampung lebih dari 10 ribu jamaah sekaligus dan merupakan salah satu masjid terbesar di Eropa. Sarana Ibadah umat muslim ini memiliki kisah yang panjang sebelum menjadi masjid yang megah.
Baca Juga:Melihat Kemegahan Masjid Ramlie Musofa dengan Paduan 4 Budaya
Melansir Bridge To Moscow, bangunan pertama masjid ini dibangun pada tahun 1904. Selama periode Soviet, masjid tidak ditutup dan bahkan menjadi satu-satunya masjid yang berfungsi di Rusia tengah setelah 1936.
Masjid yang terletak di sebelah kompleks olahraga Olimpiade yang sedang dibangun, terancam dibongkar. Masjid ini dipertahankan oleh para pemimpin agama Islam Moskow dan duta besar dari negara-negara Arab. Pada tahun 2011, masjid itu dihancurkan untuk pembangunan masjid baru, yang dibuka pada tahun 2015.
Pada ruangan salat masjid, dinding didesain dengan bahan modern namun tetap mempertahankan penampilan yang sama seperti pada tahun 1904. Interior-interior yang mewah, kombinasi mencolok dari marmer putih bersih, hijau, biru, dan emas dengan pola zamrud, ukiran batu dan kayu yang terampil mampu membuat mata pengunjung atau jamaah terpana akan pesonanya.