Tahun Baru Islam 1443 H, Semangat Perubahan ke Arah Kebaikan
Muhajirin
Selasa, 10 Agustus 2021 - 07:39 WIB
Masjid An Nabawi di Kota Madina. Foto: Langit7.id/iStock
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, Tahun Baru Islam selalu identik dengan momentum hijrah. Kehadiran Tahun Baru Islam tidak hanya sekadar seremonial pergantian waktu, melainkan juga memiliki semangat kesejarahan dan keagamaan yang luhur.
Hal itu sesuai dengan firman Allah Ta'ala dalam Surah Al-Baqarah ayat 218, Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Haedar meminta Tahun Baru 1443 Hijriah dijadikan sebagai semangat hijrah untuk mengimplementasikan spirit perubahan. Yang sedemikian tersebut sesuai dengan makna hijrah yakni berpindah atau berubah.
Hijrah yang menjadi tanda kehadiran tahun baru, memiliki makna perubahan dari syirik ke tauhid. Hijrah dari kehidupan organisme yang menuhankan selain Allah Ta'ala menuju ke jihad tauhid yang membebaskan, mencerahkan, mencerdaskan, serta membawa kehidupan keadaban tinggi di basah sinar nilai-nilai Ilahi.
Menurutnya, hijrah mengandung makna peralihan kehidupan dari segala bentuk kegelapan, kebodohan, ketertinggalan, keterbelakangan, hingga ketidakadilan, menuju kehidupan maju, adil, bermartabat, berkeadaban, berkeadilan, makmur, berkemajuan. Termasuk di dalamnya memiliki kedaulatan sebagai insan dan bangsa yang terhormat.
"Hijrah juga sebagai suatu proyeksi teologis yang lebih jauh harus menjadi ikhtiar membangun kehidupan dalam mebawa pada kemajuan di segala kehidupan," kata Haedar melalui keterangan tertulis, dikutip dari laman Muhammadiyah, Selasa (10/8/2021).
Dia mengatakan, Tahun BaruIslamharus menjadi momentum bagi ummat Islam maju di bidang pendidikan, teknologi informasi, ekonomi, politik, budaya, dan semua aspek kehidupan. "Tahun BaruIslam juga harus dimaknai hijrah kolektif bagi segenap muslimin untuk mengatasi pandemi Covid-19. Muslimin harus menjadi kekuatan di garda terdepan sebagai uswah khasanah dalam mengatasi pandemi," ungkapnya.
Hal itu sesuai dengan firman Allah Ta'ala dalam Surah Al-Baqarah ayat 218, Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Haedar meminta Tahun Baru 1443 Hijriah dijadikan sebagai semangat hijrah untuk mengimplementasikan spirit perubahan. Yang sedemikian tersebut sesuai dengan makna hijrah yakni berpindah atau berubah.
Hijrah yang menjadi tanda kehadiran tahun baru, memiliki makna perubahan dari syirik ke tauhid. Hijrah dari kehidupan organisme yang menuhankan selain Allah Ta'ala menuju ke jihad tauhid yang membebaskan, mencerahkan, mencerdaskan, serta membawa kehidupan keadaban tinggi di basah sinar nilai-nilai Ilahi.
Menurutnya, hijrah mengandung makna peralihan kehidupan dari segala bentuk kegelapan, kebodohan, ketertinggalan, keterbelakangan, hingga ketidakadilan, menuju kehidupan maju, adil, bermartabat, berkeadaban, berkeadilan, makmur, berkemajuan. Termasuk di dalamnya memiliki kedaulatan sebagai insan dan bangsa yang terhormat.
"Hijrah juga sebagai suatu proyeksi teologis yang lebih jauh harus menjadi ikhtiar membangun kehidupan dalam mebawa pada kemajuan di segala kehidupan," kata Haedar melalui keterangan tertulis, dikutip dari laman Muhammadiyah, Selasa (10/8/2021).
Dia mengatakan, Tahun BaruIslamharus menjadi momentum bagi ummat Islam maju di bidang pendidikan, teknologi informasi, ekonomi, politik, budaya, dan semua aspek kehidupan. "Tahun BaruIslam juga harus dimaknai hijrah kolektif bagi segenap muslimin untuk mengatasi pandemi Covid-19. Muslimin harus menjadi kekuatan di garda terdepan sebagai uswah khasanah dalam mengatasi pandemi," ungkapnya.
(asf)