Tahun Baru Hijriah dan Hari Kemerdekaan, Dua Hari Besar Umat Islam
Muhajirin
Selasa, 10 Agustus 2021 - 09:40 WIB
Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir dalam peringatan tahun baru hijriah sekaligus momen kemerdekaan RI (foto: langit7/muhajir)
Pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir atau akrab disapa UBN (Ustadz Bachtiar Nasir) mengatakan, momentum tahun baru hijriyah 1443 harus dilihat dari perspektif sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Mengingat, tahun baru Islam kali ini bertepatan dengan bulan kemerdekaan Republik Indonesia.
UBN menyebut hari-hari terakhir menuju proklamasi RI merupakan momen yang sangat menegangkan. Banyak intrik terjadi, banyak konspirasi, banyak penghianatan, banyak kemunafikan, dan sedikit pejuang. Sebagian besar adalah penumpang gelap yang ingin mencuri nilai-nilai kemerdekaan yang seharusnya ditegakkan.
"17 Agustus belum sepenuhnya berdaulat, masih ada agresi Inggris pertama dan selanjutnya, sampai pengkhianatan PKI di masa kemerdekaan. Sampai akhirnya ada mosi integral dari Muhammad Natsir untuk menjalankan negara ini agar tetap berada di khittahnya di tengah penghianatan, pelecehan, cinta dunia, walau mengaku sudah berjuang dan merasa sudah berjuang," ucap UBN dalam pidato Milad AQL ke-13 di Ponpes AQC, Bogor, Jawa Barat, Kamis malam (9/8/2021).
Dalam perjalanan menuju kemerdekaan, para pejuang berkorban dengan harta bahkan nyawa. Maka itu, patut disyukuri bahwa berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa, Indonesia merdeka dari penjajahan.
Lalu, apa korelasinya dengan tahun baru Islam?
Tahun baru hijriyah seharusnya menjadi membuat umat Islam serius dan bangga memperingati. Tak hanya seremonial pergantian tahun semata, namun diisi dengan berbagai kebaikan.
"Tapi seperti biasa masih banyak umat Islam yang tidak sadar, banyak tidak menghargai hari besarnya sendiri. Tidak sungguh-sungguh mensyiarkannya, acuh tak acuh mensyiarkannya, itu menunjukkan betapa lemahnya nilai-nilai keberpihakan kepada syiar islam," ucap UBN.
UBN menyebut hari-hari terakhir menuju proklamasi RI merupakan momen yang sangat menegangkan. Banyak intrik terjadi, banyak konspirasi, banyak penghianatan, banyak kemunafikan, dan sedikit pejuang. Sebagian besar adalah penumpang gelap yang ingin mencuri nilai-nilai kemerdekaan yang seharusnya ditegakkan.
"17 Agustus belum sepenuhnya berdaulat, masih ada agresi Inggris pertama dan selanjutnya, sampai pengkhianatan PKI di masa kemerdekaan. Sampai akhirnya ada mosi integral dari Muhammad Natsir untuk menjalankan negara ini agar tetap berada di khittahnya di tengah penghianatan, pelecehan, cinta dunia, walau mengaku sudah berjuang dan merasa sudah berjuang," ucap UBN dalam pidato Milad AQL ke-13 di Ponpes AQC, Bogor, Jawa Barat, Kamis malam (9/8/2021).
Dalam perjalanan menuju kemerdekaan, para pejuang berkorban dengan harta bahkan nyawa. Maka itu, patut disyukuri bahwa berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa, Indonesia merdeka dari penjajahan.
Lalu, apa korelasinya dengan tahun baru Islam?
Tahun baru hijriyah seharusnya menjadi membuat umat Islam serius dan bangga memperingati. Tak hanya seremonial pergantian tahun semata, namun diisi dengan berbagai kebaikan.
"Tapi seperti biasa masih banyak umat Islam yang tidak sadar, banyak tidak menghargai hari besarnya sendiri. Tidak sungguh-sungguh mensyiarkannya, acuh tak acuh mensyiarkannya, itu menunjukkan betapa lemahnya nilai-nilai keberpihakan kepada syiar islam," ucap UBN.