Puasa Sunnah Tasu'a-Asyura, Sejarah dan Keutamaannya
Andi Muhammad
Ahad, 07 Agustus 2022 - 12:30 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Bulan Muharam merupakan bulan yang dimuliakan Allah SWT. Umat muslim dianjurkan untuk melakukan amalan baik sebanyak-banyaknya, di antaranya saum atau puasa sunnah 9-10 Muharram atau lebih dikenal dengan puasa sunnah Tasu'a dan Asyura.
Puasa Tasu'a jatuh pada 10 Muharram atau dalam kalender Masehi tepat pada 7 Agustus 2022. Sementara itu, puasa Asyura dilakukan sehari setelahnya atau 10 Muharram yang jatuh pada 8 Agustus 2022.
Sejarah puasa sunnah Tasu'a dan Asyura
Setelah hijrah dari Makkah ke Madinah, Rasulullah SAW mendapati kaum Yahudi sedang berpuasa pada hari Asyura, maka Baginda Nabi SAW memerintahkan para sahabat melaksanakan puasa Asyura.
“Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW berpuasa Asyura (10 Muharram). Para sahabat memberi tahu, ‘Ya Rasul, itu adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani.’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Kalau ada kesempatan pada tahun depan, insya Allah kita akan berpuasa Tasua (9 Muharram).’ Ibnu Abbas berkata, ‘Belum datang tahun depan, tetapi Rasulullah sudah terlebih dulu wafat,’”(HR Muslim).
Baca Juga:Ustaz Hanan Attaki Ajak Generasi Muda Perdalam Ilmu Agama
Dari hadis di atas, Rasulullah SAW sangat menganjurkan kepada umatnya untuk mengerjakan puasa Tasu'a. Puasa Tasu'a dikerjakan sehari sebelum puasa Asyura pada 10 Muharram agar membedakan ibadah kaum muslimin dengan Yahudi. Karena pada hari 10 Muharam merupakan hari yang sama orang-orang Yahudi berpuasa.
Puasa Tasu'a jatuh pada 10 Muharram atau dalam kalender Masehi tepat pada 7 Agustus 2022. Sementara itu, puasa Asyura dilakukan sehari setelahnya atau 10 Muharram yang jatuh pada 8 Agustus 2022.
Sejarah puasa sunnah Tasu'a dan Asyura
Setelah hijrah dari Makkah ke Madinah, Rasulullah SAW mendapati kaum Yahudi sedang berpuasa pada hari Asyura, maka Baginda Nabi SAW memerintahkan para sahabat melaksanakan puasa Asyura.
“Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW berpuasa Asyura (10 Muharram). Para sahabat memberi tahu, ‘Ya Rasul, itu adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani.’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Kalau ada kesempatan pada tahun depan, insya Allah kita akan berpuasa Tasua (9 Muharram).’ Ibnu Abbas berkata, ‘Belum datang tahun depan, tetapi Rasulullah sudah terlebih dulu wafat,’”(HR Muslim).
Baca Juga:Ustaz Hanan Attaki Ajak Generasi Muda Perdalam Ilmu Agama
Dari hadis di atas, Rasulullah SAW sangat menganjurkan kepada umatnya untuk mengerjakan puasa Tasu'a. Puasa Tasu'a dikerjakan sehari sebelum puasa Asyura pada 10 Muharram agar membedakan ibadah kaum muslimin dengan Yahudi. Karena pada hari 10 Muharam merupakan hari yang sama orang-orang Yahudi berpuasa.