Bulan Muharram memiliki hari-hari yang sangat mulia bagi umat Islam. Di antaranya, ada dua amalan khusus yang sangat dianjurkan, yaitu puasa hari Tasua dan Asyura, atau puasa pada 9 dan 10 Muharram
Berdasarkan Hisab Hakiki Wujudul Hilal, 27 dan 28 Juli 2023 M bertepatan dengan 9 dan 10 Muharram 1445 H, umat Islam dianjurkan puasa Tasua dan Asyura.
Umat Islam yang tertinggal puasa Tasua pada 9 Muharram bisa menggantinya pada 11 Muharram. Amalan ini bertujuan untuk menyelisihi puasanya orang-orang Yahudi.
Hari Asyura merupakan hari kesepuluh Muharram. Berdasarkan kalender hijriyah, 10 Muharram 1444 jatuh hari ini, Senin (8/8/2022). Bagaimana Rasulullah SAW mempraktikkan puasa asyura serta puasa sehari sebelum dan setelahnya? Begini penjelasannya.
Puasa Tasu'a dan Asyura merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW setelah puasa wajib di bulan Ramadan. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda:
Menurut Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, puasa yang paling utama setelah puasa ramadhan adalah puasa di bulan Muharram terutama pada 9 dan 10 Muharram yang disebut sebagai puasa Tasu'a dan Asyura.
Dalam rubrik bahtsul masail laman NU Online, mengutip Fathul Muin karya Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari dijelaskaan, puasa hari 11 Muharram dianjurkan bagi mereka yang tidak berpuasa Tasua.
Puasa Asyura bermula ketika Rasulullah SAW mendapati komunitas Yahudi di Madinah sedang berpuasa pada 10 Muharram. Lantas Nabi Muhammad bertanya pada mereka, Hari apa yang kalian sedang berpuasa ini?.