Puasa 11 Muharram, Solusi Bagi yang Lupa Jalani Puasa Tasua
fajar adhityaRabu, 18 Agustus 2021 - 14:45 WIB
Ilustrasi menjalankan ibadah puasa sekaligus tidak ada makan siang. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Rasulullah menganjurkan ummatnya untuk menjalani Puasa Asyura pada 10 Muharram. Namun, untuk menyelisihi tradisi Yahudi, Rasulullah SAW juga meminta agar Puasa Asyura didampingi dengan berpuasa pada 9 Muharram atau dikenal Puasa Tasua.
Bila tertinggal berpuasa Tasua, ulama menganjurkan agar menjalani puasa sunnah pada 11 Muharram. Rasulullah pernah berkata, "Puasalah pada hari Asyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Berpuasalah kalian sehari sebelumnya atau sehari setelahnya."
Berpuasa pada 11 Muharram, selain untuk membedakan dengan puasanya kaum Yahudi juga sebagai bentuk kehati-hatian. Imam Ahmad mengatakan, sebagai antisipasi perbedaan penanggalan sebaiknya berpuasa selama tiga hari.
"Barang siapa yang ingin Puasa Asyura, hendaknya berpuasa pada 9 dan 10 Muharram, kecuali apabila ragu mengenai (hitungan) bulan, maka hendaknya berpuasa tiga hari (9, 10 dan 11 Muharram)," dikutip Muslim.or.id, Rabu (18/8/2021).
Dalam rubrik bahtsul masail laman NU Online, mengutip Fathul Mu‘in karya Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari dijelaskaan, puasa hari 11 Muharram dianjurkan bagi mereka yang tidak berpuasa Tasua. Meski demikian, puasa 11 Muharam tetap disunnahkan meski sudah berpuasa Tasua.
"Puasa yang paling afdhal setelah Puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, bulan Muharram." (HR.Muslim: 1163).