LANGIT7.ID, - Jakarta -
Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam dan termasuk bagian dari
asyhurul hurum, bersama Dzulqa’adah, Muharram, dan Rajab.
Keutamaan bulan-bulan ini menjadikan setiap amalan memiliki nilai yang lebih besar di sisi Allah. Perbuatan maksiat akan mendapat ancaman yang lebih berat, sementara
amal saleh dan ketaatan dilipatgandakan pahalanya.
Baca juga: Kenapa 9 Dzulhijjah Disebut Hari Arafah? Ini Penjelasan Imam Fakhruddin Al-RaziDi antara amalan yang sangat dianjurkan pada awal
Dzulhijjah adalah berpuasa sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah.
Ibadah sunnah ini terdiri dari puasa tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah, puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah, dan puasa Arafah pada
9 Dzulhijjah.
Hal ini ditegaskan dalam hadis: “dari Hunaidah ibn Khalid, dari istrinya, dari salah seorang istri Nabi saw (diriwayatkan bahwa) ia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ.
“
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, …” (HR. Abu Daud no. 2437. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Lalu, kapan mulai puasa sunnah Dzulhijjah?
Jadwal Puasa DzulhijjahBerdasarkan hadist di atas, puasa sunnah Dzulhijjah dianjurkan pada 9 hari pertama. Artinya, puasa sunnah ini dapat dilakukan sejak masuk bulan Dzulhijjah yakni mulai tanggal 1 Dzulhijjah.
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan ArafahBerdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag), 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Artinya, puasa sunnah Dzulhijjah dapat mulai dilakukan pada Senin, 18 Mei 2026.
Berikut jadwal puasa Dzulhijjah
Jadwal Puasa Dzulhijjah- 1 Dzulhijjah 1447 H: 18 Mei 2026 M
- 2 Dzulhijjah 1447 H: 19 Mei 2026 M
- 3 Dzulhijjah 1447 H: 20 Mei 2026 M
- 4 Dzulhijjah 1447 H: 21 Mei 2026 M
- 5 Dzulhijjah 1447 H: 22 Mei 2026 M
- 6 Dzulhijjah 1447 H: 23 Mei 2026 M
- 7 Dzulhijjah 1447 H: 24 Mei 2026 M
Jadwal Puasa Tarwiyah- 8 Dzulhijjah 1447 H: 25 Mei 2026 M
Baca juga: Amalan Dzulhijjah: Memperbanyak Zikir dan Takbir, Berhaji, dan KurbanJadwal Puasa Arafah- 9 Dzulhijjah 1447 H: 26 Mei 2026 M
Lafal Niat Puasa Sunnah DzulhijjahSeperti halnya puasa sunnah lainnya, niat puasa Dzulhijjah dianjurkan dibaca pada malam hari, dimulai sejak matahari terbenam hingga sebelum terbit fajar. Adapun bacaan niat puasa Dzulhijjah adalah sebagai berikut:
Niat puasa 1-7 Dzulhijjahنَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ. Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’âlâ.”
Niat puasa 8 Dzulhijjah (hari Tarwiyyah) نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ. Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.”
Niat puasa 9 Dzulhijjah (hari Arafah) نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ. Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ.”
Baca juga: Awal Dzulhijjah Perbanyak Amal Saleh, Salah Satunya BerpuasaKeutamaan Puasa Dzulhijjah Adapun keutamaan dari puasa Dzulhijjah seperti dilansir NU Online, yakni:
1. Dilipatgandakan pahala
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar (HR At-Tarmidzi).
2. Menghapus dosa
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ
Artinya: Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu (HR Muslim).
Baca juga: 6 Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah3. Bebas dari siksa neraka
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟
Artinya: Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata, “Apa yang mereka inginkan?" (HR Muslim).
(est)