Hari ini tepat pada 9 Dzulhijjah atau disebut juga Hari Arafah. Disunahkan bagi umat Islam untuk berpuasa karena Allah SWT, sebab memiliki keutamaan yang sangat besar. Selain itu, ada amalan-amalan yang penting dilakukan untuk optimalkan ibadah Hari Arafah
Bagi umat muslim yang tidak sedang wukuf, Hari Arafah menawarkan kompensasi spiritual yang mencengangkan. Sehari berpuasa diyakini mampu meruntuhkan akumulasi khilaf selama dua tahun penuh.
Karena kondisi fisik yang lemah, sebagian orang akhirnya membatalkan puasanya di tengah hari. Lalu, bagaimana hukum membatalkan Puasa Tarwiyah dan Arafah tanpa adanya uzur?
Ulama asal Cilacap, Habib Ghozali, menjelaskan bahwa tidak ada dalil shahih yang menyebut Nabi Muhammad SAW menganjurkan puasa sunnah penuh selama 10 hari pertama Dzulhijjah.
Di antara amalan yang sangat dianjurkan pada awal Dzulhijjah adalah berpuasa sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Ibadah sunnah ini terdiri dari puasa tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah, puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah, dan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang jatuh pada 9 Dulhijjah. Hari Arafah atau 9 Dzulhijjah 1446 H bertepatan pada Kamis, 5 Juni 2025. Berpuasa pada hari Arafah memiliki banyak keutamaan bagi setiap Muslim yang menjalankannya.
Puasa Arafah adalah sebuah ibadah sunnah tahunan yang dikerjakan bertepatan dengan hari arafah atau tanggal 9 dzulhijjah dalam perhitungan kalender hijriyah