LANGIT7.ID-, Jakarta - - Memasuki
bulan Dzulhijjah, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak
amal ibadah. Ulama asal Cilacap, Habib Ghozali, menjelaskan bahwa tidak ada dalil shahih yang menyebut Nabi Muhammad SAW menganjurkan
puasa sunnah penuh selama 10 hari pertama Dzulhijjah.
Dalam kajian singkatnya, Habib Ghozali menerangkan bahwa Rasulullah SAW justru menekankan pentingnya memperbanyak amal saleh pada periode 1 hingga 10
Dzulhijjah atau yang dikenal dengan
ayyamul ushur.Baca juga: Panduan Hukum Fikih Mengenai Larangan Cukur Rambut dan Potong Kuku di Awal Bulan Dzulhijjah“Nabi mengatakan tidak ada hari-hari untuk beramal saleh yang lebih agung nilainya di sisi Allah dibanding 10 hari pertama bulan Dzulhijjah,” jelasnya dalam kajian satu menit di unggahan Instagram, dilihat Jumat (22/5/2026).
Menurut Habib Ghozali, amalan saleh yang dianjurkan tidak terbatas pada ibadah tertentu saja.
Umat Islam dianjurkan memperbanyak
dzikir seperti tahlil, tahmid dan takbir, serta meningkatkan amalan sosial seperti
sedekah,
infak, dan membantu sesama.
Ia menyebut amalan-amalan tersebut memiliki nilai pahala yang sangat besar jika dilakukan pada hari-hari awal Dzulhijjah.
“Perbanyak
tahlil, tahmid, takbir, dan amal sosial seperti bersedekah, berinfak atau membantu orang lain. Ketika itu dikerjakan semuanya di tanggal 1-10 Dzulhijjah maka nilainya sangat besar sekali,” ujarnya.
Terkait puasa, Habib Ghozali menjelaskan bahwa yang memiliki dasar kuat dalam hadis adalah Puasa Arafah yang dikerjakan pada 9 Dzulhijjah.
Puasa Arafah sangat dianjurkan untuk dikerjakan oleh umat Muslim yang tidak sedang melaksanakan haji. Waktunya bertepatan dengan momentum jamaah haji menjalani wukuf di Arafah.
Baca juga: Puasa Sunnah Dzulhijjah 2026: Jadwal, Bacaan Niat dan KeutamaanSementara itu, tradisi puasa Tarwiyah maupun puasa penuh selama 10 hari awal Dzulhijjah disebutnya tidak memiliki dalil shahih yang kuat.
“Hanya satu hari saja, yaitu puasa Arafah tanggal 9 Dzulhijjah. Sedangkan puasa Tarwiyah dan puasa 10 hari penuh tidak ada dalil shahih,” katanya.
Habib Ghozali juga mengingatkan besarnya keutamaan Puasa Arafah. Berdasarkan hadis Nabi SAW, puasa tersebut dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang.
“Nilai Puasa Arafah luar biasa, bisa menghapus dosa kecil setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya,” tuturnya.
Ia pun mengajak umat Muslim memanfaatkan momentum 10 hari pertama Dzulhijjah dengan memperbanyak berbagai amal saleh sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.
Baca juga: Kenapa 9 Dzulhijjah Disebut Hari Arafah? Ini Penjelasan Imam Fakhruddin Al-Razi(est)