Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 23 April 2026
home masjid detail berita

Amalan Dzulhijjah: Memperbanyak Zikir dan Takbir, Berhaji, dan Kurban

miftah yusufpati Senin, 02 Juni 2025 - 04:00 WIB
Amalan Dzulhijjah: Memperbanyak Zikir dan Takbir, Berhaji, dan Kurban
Dzikir berupa takbir, tasbih, dan doa merupakan amalan shalih yang disyariatkan. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi mengatakan zikir berupa takbir, tasbih, dan doa merupakan amalan shalih yang disyariatkan pada seluruh waktu dan dalam setiap keadaan, kecuali pada kondisi yang dilarang. Allah berfirman: "Ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring." (QS. an-Nisa’: 103)

Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak ada satu hari pun yang lebih agung dan lebih dicintai oleh Allah untuk beramal shalih di dalamnya daripada sepuluh hari ini. Maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid pada hari-hari tersebut." (HR. Ahmad 7/224. Sanadnya dinilai bagus oleh Imam al-Mundziri dalam *at-Targhib wa at-Tarhib* 2/224; lihat pula *al-Irwaa* 3/398)

Disebutkan bahwa Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu bertakbir di dalam tendanya di Mina. Suaranya terdengar sampai ke masjid, lalu orang-orang pun ikut bertakbir. Bahkan orang-orang di pasar juga ikut bertakbir, hingga Mina dipenuhi dengan suara takbir. (HR. Bukhari secara mu’allaq 2/25. Al-Hafizh Ibnu Hajar menegaskan sanadnya bersambung sampai ke Ibnu Umar dalam *Fathul Bari* 2/462)

Baca juga: Berdzikir Sebaiknya Lirih atau Keras, Berikut Saran Gus Baha

Melakukan Ibadah Haji

Dalam bukunya berjudul "Keagungan Hari Arafah", Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi menjelaskan bagi mereka yang dikaruniai Allah kecukupan rezeki, hendaknya menunaikan ibadah haji, karena haji adalah kewajiban dan rukun Islam.

Barangsiapa yang menunaikan haji sesuai tuntunan syariat, insya Allah ia termasuk dalam sabda Nabi ﷺ: "Umrah ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasan baginya selain surga." (HR. Bukhari: 1683, Muslim: 1349)

Kriteria Haji Mabrur:

1. Ikhlas.

Berhaji hanya mengharap pahala dari Allah, bukan karena pamer, kebanggaan, atau sekadar agar dipanggil "Pak Haji" atau "Bu Haji".

"Mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan penuh keikhlasan." (QS. al-Bayyinah: 5)

2. Mengikuti Sunnah Nabi ﷺ

Berhaji sesuai tata cara Nabi ﷺ dan menjauhi bid’ah dalam manasik. "Contohlah cara manasik hajiku!" (HR. Muslim: 1297)

3. Menggunakan harta yang halal.

Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik." (HR. Muslim: 1015)

Baca juga: Kumpulan Dzikir dan Doa Bulan Rajab, Amalkan Mulai Malam Tahun Baru 2025

4. Menjauhi maksiat dan perdebatan.

"Barangsiapa yang menetapkan niat untuk haji, maka tidak boleh berkata rafats (kata-kata kotor), berbuat fasik, dan berbantah-bantahan selama masa haji." (QS. al-Baqarah: 197)

5. Berakhlak mulia, tawadhu', dan membantu sesama.

Ibnu Abdil Barr berkata dalam *at-Tamhid* (22/39): "Haji mabrur adalah haji yang tidak mengandung riya’, sum’ah, kefasikan, dan dilaksanakan dengan harta yang halal."

Berkurban

Berkurban adalah ibadah yang disyariatkan berdasarkan dalil dari Al-Qur'an, hadits, dan ijma' para ulama.

Allah berfirman: "Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu, dan berkurbanlah." (QS. al-Kautsar: 2)

Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu mengatakan: "Nabi ﷺ tinggal di Madinah selama sepuluh tahun, dan beliau senantiasa berkurban." (HR. Tirmidzi: 1507; Ahmad 2/28 dengan sanad hasan. Disetujui oleh al-Albani dalam *Al-Misykah*: 1475)

Para ulama juga sepakat bahwa ibadah kurban adalah syiar dari syiar-syiar Islam. Imam Ibnu Qudamah dalam al-Mughni berkata: "Kaum muslimin telah sepakat tentang disyariatkannya berkurban."

Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari berkata: "Tidak ada perselisihan bahwa berkurban termasuk syiar agama Islam."

Baca juga: Empat Keutamaan Dzikir kepada Allah

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 23 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)