LANGIT7.ID-Jakarta; Masjid Raden Patah (MRP) Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan Workshop Manajemen Penanganan Ternak Kurban Holistik pada Sabtu (23/5/2026) di Ruang Utama Masjid Raden Patah UB. Kegiatan ini menjadi bagian dari tindak lanjut peluncuran program manajemen ternak kurban holistik yang sebelumnya diresmikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia bersama Rektor Universitas Brawijaya.
Workshop yang digelar bekerja sama dengan Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan serta Fakultas Kedokteran Hewan UB ini menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan akademisi, praktisi, dan tokoh masyarakat. Peserta kegiatan tidak hanya berasal dari sivitas akademika UB, tetapi juga melibatkan para takmir masjid dan masyarakat sekitar kawasan kampus.
Mewakili Rektor Universitas Brawijaya, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya, Prof. Dr. Unti Ludigdo, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata komitmen UB untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar kampus.
“Universitas Brawijaya memiliki program Kampung Lingkar Kampus yang mengintegrasikan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi dengan kebutuhan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kampus. Workshop ini menjadi salah satu implementasi nyata bagaimana keilmuan dan inovasi kampus dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (24/5/2026).
Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan kurban tidak lagi dapat dipandang sekadar sebagai kegiatan ritual tahunan, tetapi juga perlu dikelola secara profesional, higienis, sehat, dan berkelanjutan.
Salah satu materi penting dalam workshop ini disampaikan oleh drh. Widi Nugroho, Ph.D dari Fakultas Kedokteran Hewan UB mengenai pentingnya pemeriksaan ante mortem dan post mortem pada ternak kurban untuk mencegah penyakit zoonosis, yaitu penyakit pada hewan yang dapat menular kepada manusia.
Menurutnya, pemeriksaan ante mortem dilakukan sebelum penyembelihan guna memastikan hewan berada dalam kondisi sehat, cukup umur, tidak cacat, dan tidak menunjukkan gejala penyakit menular. Sementara pemeriksaan post mortem dilakukan setelah penyembelihan untuk memastikan daging dan organ hewan layak dikonsumsi serta bebas dari kelainan maupun penyakit yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.
“Pemilihan ternak kurban harus dilakukan secara cermat dengan memastikan hewan benar-benar sehat, cukup umur sesuai ketentuan syariat, serta tidak memiliki abnormalitas fisik yang memengaruhi kelayakan hewan kurban,” jelasnya.
Selain aspek kesehatan hewan dan keamanan pangan, workshop ini juga menyoroti pentingnya inovasi teknologi dalam pengelolaan daging kurban. Dr. Ir. Agus Susilo, S.Pt., M.P dari Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan UB memperkenalkan teknik pengelolaan daging kurban menggunakan teknologi sterilisasi anaerob pada suhu ruang.
Menurut Dr. Agus, pendekatan tersebut memungkinkan daging kurban dikemas secara steril dan dapat bertahan hingga beberapa bulan tanpa mengurangi kualitasnya. Teknologi ini dinilai berpotensi besar untuk mendukung program sosial kemasyarakatan seperti pencegahan stunting, bantuan tanggap darurat bencana, hingga distribusi pangan ke wilayah terpencil.
“Ke depan, pengelolaan kurban perlu dilakukan secara lebih profesional dan berbasis teknologi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan lebih lama oleh masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan sejumlah prinsip penting dalam menjaga higienitas pengelolaan daging kurban, di antaranya pemisahan area kotor dan bersih untuk mencegah kontaminasi silang, menjaga suhu prosesing karkas mentah tetap di bawah 15°C untuk menghambat pertumbuhan bakteri, serta penggunaan kemasan sesuai standar kesehatan guna mencegah bahaya kimia.
Tidak hanya itu, Dr. Agus turut menekankan pentingnya kesadaran ekologis dalam penyelenggaraan kurban. Pengelolaan limbah kurban yang sesuai kaidah ilmiah serta penggunaan kemasan yang higienis dan ramah lingkungan menjadi bagian penting dari konsep kurban berkelanjutan yang diusung dalam workshop ini.
Secara lebih luas, kegiatan ini juga mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek kehidupan sehat dan sejahtera (Good Health and Well-being), konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (Responsible Consumption and Production), serta kemitraan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Partnerships for the Goals).
Melalui kegiatan ini, Universitas Brawijaya berharap dapat mendorong lahirnya model pengelolaan ternak dan daging kurban yang lebih holistik, modern, dan berdampak sosial luas, sekaligus menjadi percontohan praktik kurban berkelanjutan di Indonesia.
(lam)