LANGIT7.ID, Jakarta - Ummat Islam dianjurkan mengerjakan puasa sunnah Tasu'a dan Asyura. Kedua ibadah tersebut jatuh dua hari berturut-turut di bulan Muharram, tepatnya pada 9 dan 10 Muharram.
Tanggal 9 dan 10 Muharram jatuh pada Rabu (18/8/2021) dan Kamis (19/8/2021). Sejumlah ulama berpendapat, dua puasa tersebut dapat menghapus dosa selama satu tahun lampau.
Berikut niat Puasa Asyura
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin an adaa'i sunnatil aasyuuraa lillaahi ta'aalaa.Artinya: Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Ta’ala
Bacaan niat puasa Tasu'a
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin an adaa’i sunnatit tasuu'aa lillaahi ta'aalaa.Artinya: Aku berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah Ta'ala
Bagi ummat Islam yang lupa melafalkan bacaan niat tersebut setelah masuk waktu Subuh, tak perlu khawatir. Selama niat tersebut sudah menjadi iktikad, puasa tetap sah. Bacaan niat hanya untuk menegaskan atau meneguhkan hati.
Mengutip NU Online, para ulama terdahulu berbependapat bahwa Allah memberi pengampunan tujuh puluh tahun dari dosa-dosa yang pernah dilakukan bagi orang yang berpuasa Asyura.
Untuk memperkuat ruhiyah selama menjalani puasa Asyura dan puasa Tasu'a, seorang Muslim hendaknya memperbanyak amal shalih, terutama berbuat baik kepada anak yatim. Allah melipatgandakan pahala ibadah di hari Asyura.
(bal)