Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 24 Mei 2026
home masjid detail berita

4 Tahap Rasulullah dalam Puasa Asyura, juga Sehari Sebelum dan Setelahnya

Muhajirin Senin, 08 Agustus 2022 - 06:00 WIB
4 Tahap Rasulullah dalam Puasa Asyura, juga Sehari Sebelum dan Setelahnya
ilustrasi (langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Hari Asyura merupakan hari kesepuluh Muharram. Berdasarkan kalender hijriyah, 10 Muharram 1444 jatuh hari ini, Senin (8/8/2022).

Sebelum Muhammad SAW diutus menjadi nabi dan rasul, orang jahiliyah berpuasa setiap 10 Muharram. Itu berdasarkan hadits dari Ibunda Aisyah RA, “Sesungguhnya Quraish dahulunya berpuasa pada hari Asyura di zaman jahiliyah.” (HR Bukhari).

Begitu pun dengan orang-orang Yahudi. Mereka berpuasa pada hari ini untuk memperingati keberhasilan Nabi Musa. Lalu, Rasulullah SAW memerintahkan umat Islam untuk berpuasa pada hari itu, karena muslim lebih berhak terhadap Nabi Musa AS daripada umat Yahudi.

Dalam kitab Lathaiful Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali, puasa asyura pertama kali disyariatkan pada awal tahun kedua hijriyah, sebelum pensyariatan puasa Ramadhan. Ada 4 tahapan puasa asyura yang diamalkan oleh Nabi SAW.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Asyura Bahasa Arab dan Latin, Raih Keutamaan Pelebur Dosa

Tahapan pertama saat di Makkah. Beliau berpuasa sendiri dan tidak memerintahkan manusia untuk berpuasa. Kedua, saat beliau tiba di Madinah. Sebagaimana riwayat Imam Bukhari dari Ibnu Abbas, kala itu Rasulullah melihat orang Yahudi berpuasa karena menghormati Nabi Musa.

Beliau lalu menegaskan posisi umat Islam lebih berhak ketimbang umat Yahudi terhadap Musa. Sejak saat itu pula, Rasulullah memerintahkan umatnya untuk puasa Asyura.

Ketiga, ketika diwajibkan puasa Ramadhan. Nabi Muhammad tidak lagi memerintahkan sahabat untuk berpuasa di hari tersebut dan tidak pula menekankan mereka untuk berpuasa.

Keempat, di akhir hayat Nabi SAW. Beliau berazam di akhir umurnya untuk tidak berpuasa di hari asyura' saja, namun beliau ingin agar berpuasa juga pada hari lainnya. Itu untuk menyelisihi ahli kitab dalam puasa mereka.

Apa Hukum Puasa Asyura?

Mengutip akun instagram Fawaed Syafiiyah, para Ulama bersepakat, hukum puasa asyura adalah sunnah. Ini berdasarkan pemaparan dalam kitab Al-Majmu jili6 halaman 383. Itu berdasarkan hadits Humaid bin Abdirrahman yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Imam Muslim.

Baca Juga: Amalan 10 Muharram untuk Para Suami Bukan Cuma Puasa Asyura

“Ini adalah hari Asyura' Allah tidak mewajibkan puasa atas kalian, dan akupun berpuasa, barangsiapa yang ingin berpuasa maka silahkan ia berpuasa, barangsiapa yang tidak ingin, maka silahkan ia berbuka (tidak berpuasa-pent)”

Imam Asy-Syirbini menyampaikan, “Para ulama berpendapat bahwa hadits-hadits yang berkaitan dengan perintah berpuasa di hari tersebut untuk menunjukkan penegasan akan kesunnahannya” (Mughnil Muhtaj : 2/183 )

Apa Keutamaan Puasa Asyura?

Puasa hari Asyura' menghapuskan dosa-dosa setahun sebelumnya. Sebagaimana dalam hadits Abu Qatadah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “Puasa Asyura aku memohon kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu.”

Nabi SAW sangat bersemangat untuk berpuasa di hari Asyura. Ibnu Abbas berkata, "Aku tidak pernah melihat Nabi SAW sangat memperhatikan puasa pada hari yang beliau utamakan di atas hari-hari lainnya, kecuali pada hari ini yakni hari Asyura', dan bulan ini yakni bulan Ramadhan.” (HR Imam Muslim).

Puasa di bulan Muharram adalah sebaik-baik puasa. Nabi SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “Puasa yang paling utama setelah Puasa Ramadhan adalah (puasa) pada bulan Muharram.”

Apa Hukum Puasa 9 Muharram (Tasu'a)?

Hukum puasa Tasu'a adalah sunnah. Bahkan, Imam Nawawi menukil kesepakatan ulama akan kesunnahannya. Dalam hadits Ibnu Abbas disebutkan:

“Saat Rasulullah SAW berpuasa di hari asyura dan beliau memerintahkan manusia berpuasa, para sahabat berkata, ‘Wahai Rasulullah, sungguh hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nashrani’.

Maka Rasulullah SAW menjawab, ‘Apabila tiba tahun berikutnya Insya Allah kita akan berpuasa pada hari ke-sembilan’. Ibnu Abbas berkata, ‘maka tidaklah tiba tahun berikutnya kecuali Nabi SAW telah wafat.” (HR Imam Muslim).

Baca Juga: Puasa Sunnah Tasu'a-Asyura, Sejarah dan Keutamaannya

Ada tiga hikmah umat Islam disunnahkan berpuasa pada hari itu. Pertama, untuk menyelisihi orang-orang yahudi yang mengkhususkan puasa pada hari asyura saja.

Kedua, untuk menyambung puasa asyura dengan puasa pada hari lainnya, sebagaimana larangan berpuasa pada hari jum'at saja tanpa disambung dengan hari lainnya. Ketiga, ebagai bentuk kehati-hatian apabila ada kesalahan dalam penentuan hilal di awal bulan.

Apa Hukum Puasa 11 Muharram?

Ibnu Hajar dalam kitab Al-Minhaj Al-Qowin mengatakan, hukum puasa pada 11 Muharram adalah sunnah. Itu berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas RA:

“Berpuasalah pada hari Asyura' dan selisihilah orang-orang Yahudi, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.” (HR Imam Ahmad dalam musnadnya).

Baca Juga: Muharram Bulan Mulia untuk Perbaiki Diri, Lakukanlah Amalan Ini

Ada dua hikmah umat Islam disunnahkan berpuasa pada 11 Muharram. Pertama, untuk menyelisihi orang-orang yahudi yang mengkhususkan puasa pada hari asyura saja.

Kedua, sebagai bentuk kehati-hatian apabila ada kesalahan dalam penentuan hilal di awal bulan, karena kesalahan perhitungan bisa karena terlalu maju atau terlalu mundur dalam penentuan awal bulan.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 24 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)