LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam baru saja menyambut tahun baru 1444 Hijriah. Selain sebagai pembuka tahun, bulan
Muharram ternyata memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam.
Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan, penamaan
Muharram bukan sekadar merujuk kepada waktu, yakni bulan pertama tahun hijriyah. Muharram memberikan pesan pembelajaran untuk mampu mentransformasikan diri lebih baik dan lebih shalih.
Hal itu dilakukan dengan meninggalkan segala hal yang dilarang dan diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Muharram termasuk satu dari empat bulan yang diisyaratkan langsung dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.”
Baca Juga: KH Yusuf Chudlori: Muharram Merupakan Bulan Dikabulkannya Doa Para Nabi
Muharram menjadi bulan latihan bagi seorang muslim untuk meningkatkan kualitas keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya. Seorang muslim pada bulan ini harus berdedikasi mengerjakan segala hal yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
“Misal mata memandang yang baik. Lisan bertutur yang baik karena lisan kita untuk berkata yang baik. Maka, ketika lisan digunakan untuk bertutur yang tidak baik, itu namanya menempat. Segala yang tidak menempat, itu disebut dzulmun, pelakunya disebut dzalim,” kata UAH di kanal Youtube-nya, Sabtu (6/8/2022).
Hal itu juga ditegaskan dalam hadits dari Abu Bakrah RA yang menyebutkan Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya, zaman berputar sebagaimana ketika Allah menciptakan langit dan Bumi. Satu tahun ada 12 bulan. Di antaranya empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar antara Jumadil Tsani dan Sya’ban.” (HR Bukhari-Muslim).
Baca Juga: Ini Pantangan di Bulan Muharram, Tertuang Langsung di Al Quran
Dua dalil di atas merupakan petunjuk yang benar dan lurus. Setiap umat Islam dilatih agar tidak terjebak pada segala sesuatu yang dilarang oleh agama. Umat Islam harus menghindari segala sesuatu yang mengarahkan pada keburukan.
“Jangan pernah menempatkan sesuatu yang bukan pada tempatnya. Lebih tegasnya, jangan pernah melanggar ketentuan dengan mengerjakan yang haram pada bulan latihan itu. Bulan ini khusus untuk berlatih meninggalkan yang haram. Maka jangan melakukan yang haram,” jelas UAH.
Ibnu Abbas menegaskan, jika ada seorang muslim sengaja melakukan perbuatan haram di bulan-bulan hurum, maka boleh jadi potensi dosanya itu bisa dua kali lipat dari hari-hari biasa. Sebaliknya, para ulama juga mengomentari, jika berbuat baik pada bulan hurum, maka boleh jadi pahalanya pun dua kali lipat dari bulan-bulan biasanya.
“Maka dianjurkan pada bulan
Muharram meningkatkan amal shaleh, bisa meningkatkan shalat, meningkatkan infak, meningkatkan doa, meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an, dan bila mampu mengumpulkan itu semua maka kerjakan satu amalan yang berpotensi mengumpulkan keseluruhannya, yaitu puasa,” terang UAH.
Baca Juga: Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura, Paling Utama Setelah Ramadhan
UAH mengatakan, umat Islam sangat dianjurkan berpuasa pada bulan-bulan hurum. Puasa pada bulan itu disukai oleh nabi. Memperbanyak artinya boleh setiap hari. Jika belum mampu cukup berpuasa sesuai kemampuan. Bisa juga berpuasa pada hari-hari disunnahkan seperti Puasa Daud, Senin-Kamis, atau puasa Tasu'a dan Asyura.
“Tapi esensinya dengan puasa itu hasilnya mampu merubah kita meninggalkan segala yang haram. Biasanya kalau sudah puasa, shalat meningkat, bacaan Qur’an makin rajin, dan puncaknya kita menjadi mulia di sisi Allah,” pungkas UAH.
(jqf)