LANGIT7.ID, Magelang -
Bulan Muharram dalam penanggalan Islam atau Suro di penanggalan Jawa adalah bulan yang mulia. Karena di bulan tersebut, doa-doa para nabi dikabulkan oleh Allah SWT. Muharram bisa dikatakan bulan di mana lulusnya ujian para nabi ketika mendapatkan cobaan berat.
Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang, KH Yusuf Chudlori menjelaskan, kisah Nabi Adam AS dan Siti Hawa yang dikeluarkan dari surga karena makan buah kuldi. Adam kirim ke sebelah timur dan Siti Hawa disebelah barat. Tiap hari yang dibaca istighfar, bertahun-tahun.
“Nangis. Akhirnya sama Allah diterima tobatnya, ditemukan di Jabal Rahmah dekat Mekkah. Peristiwanya tanggal 10 Muharram,” katanya di kanal Gus Yusuf Channel.
Baca juga: Ustadz Taufik Hidayat: Jangan Tunggu Mapan Baru MenikahKemudian ada nabi Musa AS dikejar raja Firaun bersama bala tentaranya dan terjepit di dipinggir laut. Nabi Musa pasrah, bahwa dalam doanya hanya Allah SWT yang bisa menyelamatkan dirinya dalam pasrah Lilla hi taala. Saat pasrah dan berdoa, lalu dikabulkan Allah SWT.
“Musa memukulkan tongkat di laut merah dan terbelah 2. Peristiwa itu terjadi 10 Muharram. Firaun ikut masuk, laut pulih kembali. air datang. Firaun tenggelam di laut merah,” jelasnya.
Selain itu, juga nabi Yunus yang dimasukkan ke dalam ikan nun atau ikan paus sekarang. Di dalam ikan, nabi Yunus sujud minta pengampunan, berdizikir, ”La illa ha illa anta kuntum audzubika minaddzolimin”. Doanya diterima dikeluarkan dari perut ikan, pada 10 Muharram.
“Intinya bulan Muharram itu bulan tirakatan harus banyak-banyak minta pada Allah. Malam buat tirakatan, siang untuk sedekah kepada anak-anak yatim,” ucapnya.
Karenanya di bulan Muharram, para kiai menyarankan untuk tidak melaksanakan hajat di bulan Muharram atau bulan syuro. Maksudnya bukan karena larangan yang diperkuat dengan hadist, tapi memberi kesempatan masyarakat untuk bisa konsentrasi ibadah.
Baca juga: 3 Cara Mendidik untuk Lahirkan Generasi Hamka Masa Kini“Kalau mantu di bulan syuro, kasihan tetangga yang puasa. banyak orang tua yang puasa, dari tanggal 1 sampai 10,” papar dia.
Sekadar informasi, Istilah puasa Asyuro ini berawal ketika Nabi Muhammad SAW mengerti jika orang Yahudi berpuasa pada 10 Muharram. Nabi awalnya bertanya pada sahabat kenapa mereka berpuasa. Dikatakan sahabat, mereka berpuasa untuk menghormati Nabi Musa AS.
“Nabi bersabda, Aku lebih berhak muliakan nabi Musa. Aku ini penerusnya Musa. Sahabat-sahabatku, mulai tahun depan kalau diberi selamat untuk memuliakan Nabi Musa. Biar beda, kita puasa mulai tanggal 9-10 Muharram,” pungkas Gus Yusuf.
Tanggal 10 Muharram jatuh pada tanggal 8 Agustus 2022.
(sof)