Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 03 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

3 Cara Mendidik untuk Lahirkan Generasi Hamka Masa Kini

Muhajirin Rabu, 03 Agustus 2022 - 22:00 WIB
3 Cara Mendidik untuk Lahirkan Generasi Hamka Masa Kini
Buya Hamka muda (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Penulis Novel Biografi Buya Hamka, Ahmad Fuadi, menilai sosok Haji Abdul Malik Karim Amrullah alias Buya Hamka merupakan teladan bagi umat Islam sepanjang zaman. Sosoknya yang sangat cerdas dengan teladan yang tak terhingga membuatnya begitu luar biasa.

Namun tak mudah memunculkan kembali tokoh sekaliber Hamka. Salah satu rahasia kehebatan Hamka adalah tempaan hidup yang amat berat. "Kemalangan, kesusahan hidup bagi dia (Buya Hamka) adalah jembatan dan tangga untuk mencapai keberhasilan," kata Fuadi kepada LANGIT7.ID di Jakarta, Rabu malam (3/8/2022).

Meski tak mudah memunculkan kembali sosok sekaliber Buya Hamka di masa kini, setidaknya menurut Ahmad Fuadi ada tiga hal yang bisa dicontoh dari sosok Buya Hamka untuk pemuda muslim saat ini. Tiga karakter Buya Hamka itu bisa dijadikan acuan dalam pendidikan untuk melahirkan generasi Hamka baru pada zaman sekarang.

Baca Juga: Ahmad Fuadi Angkat Sisi Cinta Tak Biasa Hamka di Novel Terbarunya

Pertama, seseorang harus dididik agar cinta ilmu. Buya Hamka merupakan sosok tokoh yang sangat cinta ilmu. Memang saat masih kecil, Hamka dikenal sebagai anak nakal. Tapi kenakalan Hamka tak seperti kenakalan remaja saat ini.

"Jadi, siap selalu mencari ilmu. Tidak peduli di mana. Bahkan, Buya Hamka ekstrem, dia tidak menamatkan sekolah di mana-mana, tapi dia belajar di mana-mana. Jadi, tidak selesai dengan ijazah, tapi dia belajar di mana-mana," kata Fuadi.

Rasa cinta terhadap ilmu itu yang harus ditanamkan kepada generasi muslim saat ini. Termasuk lembaga-lembaga pendidikan. Dengan begitu, generasi Hamka akan lahir pada zaman ini.

"Kalau ada rasa cinta ilmu di generasi sekarang, kita bisa melahirkan Buya Hamka baru," kata Fuadi.

Baca Juga: Kenakalan Hamka Mengantarnya Berpetualang Hingga Jadi Ulama

Kedua, agar bisa meneladani Hamka, seseorang harus gemar membaca. Buya Hamka merupakan pembaca yang sangat baik. Dia melahap berbagai macam ilmu dari buku-buku. Kebiasaan itu bahkan sudah lahir sejak masih kecil. Meski sering kabur saat diminta ke Surau oleh sang ayah, namun Hamka selalu datang ke perpustakaan untuk membaca.

Ketiga, untuk jadi seperti Hamka, seseorang harus bisa menulis. Buya Hamka bukan hanya pembaca hebat, dia juga menulis. Ilmu pengetahuan yang didapat dari buku-buku yang dibaca, dia abadikan dalam bentuk Terbukti, saat ini Buya Hamka sudah menulis 100 lebih buku.

"Tiga itu bisa kita pakai, cinta ilmu, membaca, dan menulis. Yang penting cinta ilmu. Ijazah itu oke, tapi harus cinta ilmu," kata Fuadi.

Buya Hamka Bapak Konten Indonesia

A Fuadi menyebut Buya Hamka pantas disebut sebagai bapak konten Indonesia. Konten-konten yang lahir dari tangan Buya Hamka kekal dan masih diajarkan hingga kini. Konten yang dia buat tak sembarangan. Semua berisi kebaikan sehingga berkah dan kekal hingga kini.

Baca Juga: Meneladani Kecerdasan Literasi Hamka, Menulis Novel Best Seller di Usia 20 Tahun

"Konten itu berisi kebaikan sehingga abadi dan dikenang terus. Kita yang bikin konten harus seperti itu, bawa kebaikan agar bisa dikenang terus," ucap Fuadi.

Tak hanya di bidang literasi, Buya Hamka juga sudah membuat konten dalam versi audio dan video. Dia aktif mengisi tausiah di RRI. Rekaman audio itu lalu direkam dan dijadikan kaset. Buya Hamka juga aktif mengisi kajian di TVRI.

"Tiga konten yang menjadikan Buya Hamka bertahan sampai sekarang, Konten itu yang tak dikekang masa dan kekal," ucap Fuadi.

Baca Juga: Mengabadikan Buya Hamka Melalui Digitalisasi Kaset Pita

Artinya, sosok Hamka adalah teladan yang tepat bagi generasi masa kini yang gemar membuat konten di media sosial. Kekayaan khazanah keilmuan Hamka perlu ditiru generasi hari ini dalam memproduksi konten yang berkualitas.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 03 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)