Indonesia sebenarnya tidak memiliki standar khusus untuk sebuah buku bisa dikategorikan best-seller. Standar itu berbeda-beda tergantung penerbit. Penerbit Gramedia, terjual tiga bulan pertama tiga ribu eksemplar dan cetak ulang sudah dinyatakan best-seller.
Fuadi mengatakan musibah ini menjadi pelajaran berat untuk ponpes Gontor. Terlebih, para Kiai selama ini mengharamkan kekerasan di pondok dan akan mengusir siapa saja yang melanggar.
Fuadi menuturkan bahwasanya para Kiai mengharamkan kekerasan di ponpes dan siapa saja yang melanggar akan diusir. Melihat peristiwa saat ini, Fuadi menilai jika pihak keluarga AM harus dibantu mendapatkan keadilan.
Penulis Novel Best Seller Negeri 5 Menara, Ahmad Fuadi menyebut Buya Hamka pantas disebut sebagai bapak konten Indonesia. Menurut Fuadi, Konten-konten yang lahir dari tangan Buya Hamka sangat berkualitas. Terbukti karya-karyanya kekal dan masih diajarkan hingga kini.
Dunia pesantren beberapa waktu lalu diterpa berbagai isu negatif. Namun, bagi novelis lulusan pesantren Ahmad Fuadi, isu-isu tersebut tak bisa mengubur kontribusi pesantren terhadap bangsa Indonesia.
Tak mudah memunculkan kembali tokoh sekaliber Hamka. Meski tak mudah memunculkan kembali sosok sekaliber Buya Hamka di masa kini, setidaknya menurut Ahmad Fuadi ada tiga hal yang bisa dicontoh dari sosok Buya Hamka untuk pemuda muslim saat ini.
Sudah banyak buku tentang Buya Hamka, termasuk yang ditulis oleh Buya Hamka sendiri lebih dari 100 buku. Ahmad Fuadi mengangkat sisi hidup Buya Hamka yang belum banyak dikisahkan yaitu sisi cinta Buya Hamka yang tidak biasa.