LANGIT7.ID, Jakarta - Kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan salah satu santri Pondok Pesantren Gontor Ananda AM, mendapat sorotan dari banyak pihak tak terkecuali
Ahmad Fuadi. Lulusan Gontor tahun 1992 itu menyatakan duka mendalam atas kehilangan AM.
Fuadi mengatakan musibah ini menjadi pelajaran berat untuk
ponpes Gontor. Terlebih, para Kiai selama ini mengharamkan kekerasan di pondok dan akan mengusir siapa saja yang melanggar.
Baca Juga: Alumni Gontor: Keluarga AM Wajib Dibantu Mendapat Keadilan"Gontor menerima musibah ini sebagai pelajaran berat dan memprosesnya sedemikian rupa menjadi hikmah. Mendengar semua masukan, kritik, bahkan hujatan agar musibah ini menjadi yang terakhir kali," kata Fuadi dikutip dari akun Instagram miliknya @afuadi, Sabtu (10/9/2022).
Fuadi yang juga penulis itu menuturkan bahwasanya proses hukum harus dituntaskan sebaik-baiknya dan perbaikan sistem pengasuhan wajib dilakukan. Hal tersebut agar Gontor bebas dari kekerasan apa pun.
"Saya yakin dan berdoa sepenuh hati, Gontor mampu menjalani proses perbaikan beragam lini ini. Selama hampir 100 tahun, Gontor terus tumbuh karena dalam DNA-nya ada spirit tak lelah memperbaiki diri," ujarnya.
Baca Juga: Keluarga Komitmen Kawal Proses Hukum Wafatnya Ananda AMMenurutnya, musibah ini adalah kesempatan untuk memperbaiki apa yang kurang dan salah. Fuadi pun ingin kasus seperti ini tak terulang kembali di masa mendatang.
"Al muhafazah ala qadimi shalih wal akhzu bil jadidil ashlah. Yang baik dari masa lalu dipertahankan, tapi tidak anti hal-hal baru jika itu lebih baik. Seperti kata Ibu Soimah, biarlah Albar menjadi jiwa terakhir yang pergi," ucap Fuadi.
Baca Juga:
Keluarga AM Apresiasi Kunjungan Pimpinan Gontor ke Palembang
Berkunjung ke Orang Tua Albar, Pimpinan Gontor: Kami Kehilangan Putra Terbaik
Pimpinan Gontor Takziah ke Makam Ananda Santri AM(asf)