Penulis Novel Best Seller Negeri 5 Menara, Ahmad Fuadi menyebut Buya Hamka pantas disebut sebagai bapak konten Indonesia. Menurut Fuadi, Konten-konten yang lahir dari tangan Buya Hamka sangat berkualitas. Terbukti karya-karyanya kekal dan masih diajarkan hingga kini.
Tak mudah memunculkan kembali tokoh sekaliber Hamka. Meski tak mudah memunculkan kembali sosok sekaliber Buya Hamka di masa kini, setidaknya menurut Ahmad Fuadi ada tiga hal yang bisa dicontoh dari sosok Buya Hamka untuk pemuda muslim saat ini.
Sudah banyak buku tentang Buya Hamka, termasuk yang ditulis oleh Buya Hamka sendiri lebih dari 100 buku. Ahmad Fuadi mengangkat sisi hidup Buya Hamka yang belum banyak dikisahkan yaitu sisi cinta Buya Hamka yang tidak biasa.
Pakar Sejarah Pergerakan Islam, Dr Tiar Anwar Bachtiar, menjelaskan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) didirikan atas dasar kesepakatan delapan ormas Islam, zuama, dan cendekiawan muslim pada 26 Juli 1975. Gerakan tersebut diprakarsai oleh Buya Hamka.
Menurut Buya Hamka, redaksi ayat di atas bermakna penekanan, ayat keenam merupakan penguat dari ayat sebelumnya. Itu berarti kemudahan pasti akan datang setelah kesulitan.
Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menerangkan, Allah mengibaratkan para pendusta ayat-ayatNya sebagai seorang tuli bisu sebab mereka tidak mampu menangkap dan memahami kebenaran. Sebab itu pula lidah mereka pun tidak dapat mengutarakan kebenaran.
Menikah dengan Hamka, Siti Raham tetap tegar mengarungi hidup dalam kekurangan. Kami hidup dalam suasana miskin. Sembahyang saja terpaksa bergantian karena di rumah hanya ada sehelai kain sarung. Tapi, Ummi kalian memang seorang yang setia. Dia tidak minta apa-apa di luar kemampuan Ayah, tutur Hamka.
Ramadhan adalah bulan peningkatan intelektualitas. Kita diminta memperbanyak membaca Al-Quran yang merupakan referensi paling pokok bagi setiap muslim.
Kuatnya godaan dan tipu daya setan membuat manusia terjerumus ke dalam jurang maksiat, kemudian ketika sadar akan kesalahannya dan menyesal atas perbuatan itu, dia lalu bertobat dan mohon ampun kepada Allah. Rahmat Allah yang begitu luas menyediakan ampunan yang tak terbatas.
Ulama kelahiran 17 Februari 1908 itu menjelaskan, bahasa Arab berfungsi memperdalam ajaran Agama. Pemahaman agama mendalam membantu seseorang memperkuat iman.
Buya Hamka merupakan MUI pertama dan dikenal sebagai tokoh Masyumi dan ulama Muhammadiyah. Sepanjang hidupnya, dia menjadi ulama besar yang gigih membela Islam.