LANGIT7.ID, Jakarta - Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka) menilai umat Islam perlu merasa wajib mempelajari bahasa Arab.
Ulama kelahiran 17 Februari 1908 itu menjelaskan, bahasa Arab berfungsi untuk memperdalam ajaran Agama. Pemahaman agama yang mendalam membantu seseorang untuk memperkuat iman.
Baca juga: UAS Paparkan Kelebihan Jadi Santri di Pondok PesantrenBahasa Arab berfungsi untuk mempelajari kitab-kitab ulama terdahulu. Meski kini sudah banyak buku terjemahan, kosakata bahasa Indonesia kerap tidak bisa mempresentasikan makna bahasa Arab.
"Saya rasa, bertambah mendalam perasaan agama dan imannya akan merasa sendiri. Bahwa diri rasanya tidak cukup kalau tidak menguasai bahasa Arab," kata Buya Hamka, dikutip kanal
Gema Insani TV, Rabu (16/3/2022).
Buya Hamka mengatakan, memang tidak ada teks agama yang mewajibkan setiap umat Islam mempelajari bahasa Arab. Namun, para ulama menekankan agar setiap umat Islam sekurang-kurangnya memahami ayat Al-Qur'an dan doa yang dibaca dalam shalat.
Baca juga: 6 Tahapan Memperbaiki Bacaan Alquran"Sekurang-kurangnya yang kita baca dalam sembahyang (adalah) bahasa Arab semua, wajib kita mengetahuinya. Jangan cuma tinggal membaca saja," kata Buya Hamka.
Selain itu, bahasa menjadi identitas seseorang. Seorang yang bergaul dengan orang Belanda, maka otomatis dia akan belajar bahasa Belanda. Begitu pula masyarakat Indonesia yang merasa wajib mempelajari bahasa Indonesia.
"Maka kita sebagai orang Islam sepatutnya bertambah mendalam keyakinan agama kita, kita merasa tidak puas kalau tidak mengerti bahasa Arab," ucap Buya Hamka.
(jqf)