LANGIT7.ID, Jakarta - Bulan Muharam merupakan bulan yang dimuliakan Allah SWT. Umat muslim dianjurkan untuk melakukan amalan baik sebanyak-banyaknya, di antaranya saum atau puasa sunnah 9-10 Muharram atau lebih dikenal dengan puasa sunnah Tasu'a dan Asyura.
Puasa Tasu'a jatuh pada 10 Muharram atau dalam kalender Masehi tepat pada 7 Agustus 2022. Sementara itu, puasa Asyura dilakukan sehari setelahnya atau 10 Muharram yang jatuh pada 8 Agustus 2022.
Sejarah puasa sunnah Tasu'a dan AsyuraSetelah hijrah dari Makkah ke Madinah, Rasulullah SAW mendapati kaum Yahudi sedang berpuasa pada hari Asyura, maka Baginda Nabi SAW memerintahkan para sahabat melaksanakan puasa Asyura.
“Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW berpuasa Asyura (10 Muharram). Para sahabat memberi tahu, ‘Ya Rasul, itu adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani.’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Kalau ada kesempatan pada tahun depan, insya Allah kita akan berpuasa Tasua (9 Muharram).’ Ibnu Abbas berkata, ‘Belum datang tahun depan, tetapi Rasulullah sudah terlebih dulu wafat,’” (HR Muslim).
Baca Juga: Ustaz Hanan Attaki Ajak Generasi Muda Perdalam Ilmu AgamaDari hadis di atas, Rasulullah SAW sangat menganjurkan kepada umatnya untuk mengerjakan puasa Tasu'a. Puasa Tasu'a dikerjakan sehari sebelum puasa Asyura pada 10 Muharram agar membedakan ibadah kaum muslimin dengan Yahudi. Karena pada hari 10 Muharam merupakan hari yang sama orang-orang Yahudi berpuasa.
Walaupun Rasulullah sendiri belum sempat melaksanakan ibadah tersebut karena beliau wafat sebelum datang Muharam tahun berikutnya. Namun para sahabat mengerjakan di tahun-tahun berikutnya.
Keutamaan puasa sunnah Tasu'a dan AsyuraIbadah sunnah merupakan amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW. Apabila kita melaksanakan maka akan mendapatkan pahala yang begitu besar.
Puasa Tasu'a dan Asyura merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW setelah puasa wajib di bulan Ramadan. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR Muslim).
Puasa Asyura sendiri dapat menjadi pelebur dosa setahun yang telah lewat. Hal tersebut tertuang dalam hadis berikut:
"Diriwayatkan dari Abu Qatadah radiallahu anhu, sungguh Rasulullah SAW bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat," (HR Muslim).
Baca Juga: TGB Mundur dari Wakomut BSI, Begini Respons Erick Thohir(zhd)