LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap bulan dalam hitungan
hijriyah maupun masehi sebenarnya memiliki banyak keutamaan-keutamaan untuk menjalankan ibadah sunnah di dalamnya. Di antaranya melaksanakan Puasa sunnah Senin dan Kamis, kemudian Puasa Nabi Daud yang disunnahkan berpuasa satu hari dan berbuka di hari berikutnya, kemudian Puasa Ayyamul Bidh, dan amalan sunnah lainnya.
Selain amalan puasa seperti di atas, banyak juga amalan lain seperti infaq dan sedekah yang dapat didawamkan pada bulan-bulan lain, salah satunya
Muharram. Dalam bulan ini, sebagian masyarakat meyakini banyak amalan yang dapat dilakukan, meskipun tidak tertutup dilakukan pada bulan lain.
Baca Juga: MUHARRAM BANGKIT BERSAMA (9) | Presdir BCA Syariah: Tidak Berpuas Diri dengan Apa yang Sudah Dicapai Saat IniAmalan-amalan tersebut diharapkan mampu menambah nilai keshalehan dan menjadi investasi kebaikan di akhirat kelak. Berikut tujuh amalan Muharram, seperti hari Asyura yang bisa dilakukan masyarakat, di antaranya merujuk kepada hadits sahih:
1. Puasa Tasua-Asyura"
Puasa hari Asyura menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim).
2. Mengusap kepala anak yatim"
Siapa orang yang mengusap kepala anak yatim (menyantuni/menyayangi) pada hari Asyura (10 Muharram), maka Allah akan angkat derajatnya sebanyak rambut anak yatim tersebut yang terusap oleh tangannya." (Hadits ke 212 dari kitab Tanbih al-Ghafilin).
"Para ulama dari kalangan ahli hadits dan ahli fikih mengatakan: boleh dan disukai mengamalkan hadits dhaif dalam perkara
fadhail a’mal,
targhib (memotivasi) serta
tarhiib (memberikan peringatan) selama haditsnya tidak
maudhu’ (palsu). Jadi walaupun tuntunan amalan sunnah tersebut bersumber dari hadits dhaif, tetapi ada hadits lain yang menaunginya secara umum, yaitu hadits keutamaan menyantuni anak yatim secara umum, maka amalan ibadah tersebut dibolehkan.
3. Memberi makan orang yang berpuasa"
Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun." (HR. Tirmidzi).
4. Bersedekah"
Barangsiapa puasa di hari Asyura, maka seakan-akan berpuasa satu tahun, dan barangsiapa bersedekah di hari Asyura, maka seakan-akan seperti sedekah satu tahun."
5. Silaturahim"
Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi." (HR. Bukhari–Muslim).
Baca Juga: MUHARRAM BANGKIT BERSAMA (8) | Ketua MUI KH Cholil Nafis: Daarul Mitsaq Kita adalah NKRI6. Memotong kuku"
Fitrah itu ada lima: Berkhitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak." (H.R. Muslim).
7. Menyenangkan keluarga"
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata; Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sambil berkata: Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya? Beliau menjawab: Ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Beliau menjawab: Ibumu. Dia bertanya lagi; Kemudian siapa lagi? Beliau menjawab: Ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Beliau menjawab: Kemudian ayahmu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca Juga:
Sejarah dan Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura, Lakukan Besok serta Lusa
Ini Bacaan Niat Ibadah Puasa Sunnah Tasua dan Asyura(asf)