Eks Gerilyawan Sayap Kiri, Gustavo Petro Dilantik jadi Presiden Kolombia
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 08 Agustus 2022 - 19:02 WIB
Eks gerilyawan sayap kiri, Gustavo Petro dilantik sebagai Presiden Kolombia. (Foto: Al Jazeera)
Gustavo Petro resmi dilantik sebagai Presiden Kolombia pada Ahad (7/8/2022). Petro menjadi orang pertama dari kelompok kiri yang menjadi pemimpin di negara berpenduduk 50 juta orang tersebut.
Dalam proses pemungutan suara, Petro meraih lebih dari 50,49 persen dukungan. Dia mengalahkan pesaing beratnya yaitu miliarder asal Kolombia, Rodolfo Hernandez yang sebelumnya sempat diunggulkan.
Baca Juga:Bulgaria Gelar Pemilu 2 Oktober 2022, Pemilihan Keempat dalam 2 Tahun
Petro yang merupakan eks anggota kelompok gerilya M-19 itu, dilantik oleh Presiden Senat Roy Barreras di Bolivar Plaza Bogota. Upacara pelantikan Petro disaksikan oleh sekitar 100.000 undangan, termasuk Raja Spanyol Felipe VI, sembilan presiden Amerika Latin dan warga Kolombia yang diundangnya.
"Saya tidak ingin dua negara, sama seperti saya tidak ingin dua masyarakat. Saya ingin Kolombia yang kuat, adil dan bersatu," kata Petro dalam pidato pelantikannya, dikutip dari Reuters.
"Tantangan dan ujian yang kita hadapi sebagai bangsa menuntut periode persatuan dan kondensus dasar," lanjutnya.
Terkait kampanyenya, Petro berjanji untuk menghidupkan kembali negosiasi perdamaian yang gagal dengan pemberontak Tentara Pembebasan Nasional (ELN). Termasuk menerapkan kesepakatan damai 2016 kepada eks anggota gerilyawan FARC yang menolaknya.
Dalam proses pemungutan suara, Petro meraih lebih dari 50,49 persen dukungan. Dia mengalahkan pesaing beratnya yaitu miliarder asal Kolombia, Rodolfo Hernandez yang sebelumnya sempat diunggulkan.
Baca Juga:Bulgaria Gelar Pemilu 2 Oktober 2022, Pemilihan Keempat dalam 2 Tahun
Petro yang merupakan eks anggota kelompok gerilya M-19 itu, dilantik oleh Presiden Senat Roy Barreras di Bolivar Plaza Bogota. Upacara pelantikan Petro disaksikan oleh sekitar 100.000 undangan, termasuk Raja Spanyol Felipe VI, sembilan presiden Amerika Latin dan warga Kolombia yang diundangnya.
"Saya tidak ingin dua negara, sama seperti saya tidak ingin dua masyarakat. Saya ingin Kolombia yang kuat, adil dan bersatu," kata Petro dalam pidato pelantikannya, dikutip dari Reuters.
"Tantangan dan ujian yang kita hadapi sebagai bangsa menuntut periode persatuan dan kondensus dasar," lanjutnya.
Terkait kampanyenya, Petro berjanji untuk menghidupkan kembali negosiasi perdamaian yang gagal dengan pemberontak Tentara Pembebasan Nasional (ELN). Termasuk menerapkan kesepakatan damai 2016 kepada eks anggota gerilyawan FARC yang menolaknya.