LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden Bulgaria, Rumen Radev menetapkan tanggal
pemilihan umum (pemilu) pada 2 Oktober 2022 mendatang. Pengumuman itu disampaikan langsung kantor kepresidenan Bulgaria, dikutip Rabu (3/8/2022).
Ini merupakan pemilu keempat dalam waktu kurang dari dua tahun pasca runtuhnya pemerintahan koalisi reformis Perdana Menteri Kiril Petkov bulan Juni. "Presiden Radev menunjuk mantan menteri tenaga kerja Galab Donev untuk memimpin pemerintahan sementara," bunyi pernyataan kantor kepresidenan Bulgaria.
Baca Juga: Dilantik jadi Presiden Sri Lanka, Ranil: Saya Bukan Teman RajapaksaPria berusia 55 tahun itu mulai memimpin 2 Agustus hingga pemerintahan baru terbentuk setelah pemilihan. Sementara Radev akan menguraikan prioritas pemerintah baru pada Selasa (2/8).
Mengutip dari
Reuters, penunjukkan Donev dipandang sebagai langkah untuk melindungi warga Bulgaria, khususnya sektor rumah tangga dari lonjakan harga energi dan pangan. Dua hal tersebut menjadi prioritas utama bagi pemerintahan sementara.
Sebelumnya, Bulgaria menghadapi ketidakstabilan politik sejak pemerintahan PM Petkov. Pemerintahan Petkov berjanji untuk memerangi korupsi yang meluas dan mengkritik
invasi Rusia ke Ukraina, digulingkan dalam mosi tidak percaya hanya enam bulan setelah menjabat.
Baca Juga: Sara Duterte Dilantik Sebagai Wakil Presiden FilipinaPetkov mengusir 70 staf diplomatik Rusia karena kekhawatiran spionase dan menolak untuk membayar gas Rusia dalam rubel. Hal tersebut menyebabkan Moskow memotong pasokan ke negara yang hampir sepenuhnya bergantung pada gas Rusia.
Survei juga menunjukkan bahwa partai-partai dalam koalisi Petkov memiliki sedikit peluang untuk membentuk mayoritas baru. Di sisi lain, terjadi peningkatan dukungan untuk partai-partai nasionalis dan pro-
Rusia.
Baca Juga:
Dilantik Jadi Presiden Prancis untuk Kali Kedua, Ini Janji Macron
Mundur dari PM Malaysia, Muhyiddin: 6 Tahun Lalu Saya Dipecat
(asf)