Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Mundur dari PM Malaysia, Muhyiddin: 6 Tahun Lalu Saya Dipecat

ahmad zuhdi Senin, 16 Agustus 2021 - 19:01 WIB
Mundur dari PM Malaysia, Muhyiddin: 6 Tahun Lalu Saya Dipecat
PM Malaysia Muhyiddin Yassin melambaikan tangan dari dalam mobilnya (Foto file - Anadolu Agency)
LANGIT7.ID, Kuala Lumpur - Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya. Dia tidak merasa kehilangan kursinya, namun ia kehilangan kepercayaan sehingga harus memutuskan untuk mundur. Meski, dia kembali ditunjuk sebagai caretaker sampai pelantikan perdana menteri baru.

Apa yang dialami itu, Muhyiddin mengatakan yang terjadi adalah takdir Allah SWT. Kehendak Allah menjadi sebuah episode dalam sejarah perjuangan politiknya.

"Enam tahun lalu, saya dipecat dari jabatan Deputi Perdana Menteri hanya karena saya membela prinsip nonkompromi dalam kasus penggelapan 1MDB. Saya berjuang, saya berkorban, akhirnya Allah SWT mengangkat harkat dan martabat perjuanganku sampai saya dipercaya memimpin negara sebagai Perdana Menteri. Namun, telah ditakdirkan bahwa hari ini adalah hari terakhir saya sebagai Perdana Menteri dan saya puas dengan ketentuan Ilahi," katanya dalam pidato khusus di Kantor Perdana Menteri Malaysia Putrajaya, Senin (16/8).

Muhyiddin mengatakan posisi yang dia pegang bukan suatu keagungan karena dirinya memimpin negara dalam keadaan krisis kesehatan dan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya sedangkan pada saat yang sama dirinya terus diancam secara politik.

"Saya dapat mengambil jalan keluar yang mudah dengan mengorbankan prinsip saya untuk tetap menjadi Perdana Menteri. Tapi bukan itu pilihan saya. Saya tidak akan pernah bersekongkol dengan kelompok kleptokrasi, mengganggu independensi peradilan dan mencampuri Konstitusi Federal hanya untuk tetap berkuasa," katanya.

Dia pun mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan Pemerintah Perikatan Nasional setidaknya sampai menyelesaikan tugas pandemi, vaksinasi, dan pemulihan ekonomi. Namun usaha itu tidak berhasil karena ada pihak yang rakus untuk merebut kekuasaan, bukannya mengutamakan nyawa dan kehidupan rakyat.

"Saya telah berbicara kepada Yang di-Pertuan Agong pukul 12.30 siang tadi di Istana Negara. Saya menyerahkan surat pengunduran diri saya sebagai perdana menteri dan seluruh kabinet berdasarkan Pasal 43 (4) Konstitusi Federal karena saya telah kehilangan kepercayaan mayoritas anggota DPR. Artinya saya dan anggota kabinet lainnya sudah mengundurkan diri," katanya.

Meskipun awalnya dia menyarankan legitimasi dirinya sebagai perdana menteri ditentukan di parlemen, namun lima belas anggota parlemen UMNO telah menarik dukungan mereka dan usulan kerja sama lintas partai yang diajukan ditolak oleh partai-partai oposisi.

"Jelas saya telah kehilangan dukungan mayoritas. Jadi, legitimasi saya sebagai perdana menteri tidak perlu ditentukan di parlemen. Jadi, hari ini saya mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai Perdana Menteri dan jabatan semua anggota kabinet sebagaimana disyaratkan oleh konstitusi federal," katanya.

Pasal 43 (4) Konstitusi Federal menyatakan "Jika perdana menteri tidak lagi mendapat kepercayaan dari mayoritas anggota dewan rakyat (DPR), maka perdana menteri akan mengundurkan diri dari kabinet".

Baca Juga: PM Malaysia Muhyiddin Yassin Serahkan Surat Pengunduran Diri ke Raja

"Ini adalah kehendak dalam konstitusi dan saya harus mematuhinya. Seruan tulus dari jutaan orang Malaysia untuk saya lanjutkan pekerjaan saya dan tidak mengundurkan diri saya dengar. Namun, saya tidak bisa menerima banding ini karena saya telah kehilangan kepercayaan mayoritas anggota DPR," katanya.

Sementara itu, Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah meminta Muhyiddin Yassin menjalankan tugas sebagai caretaker perdana menteri hingga perdana menteri baru dilantik.

Juru bicara Istana Negara, Indera Ahmad Fadil Shamsuddin mengemukakan hal itu dalam pernyataan pers di Kuala Lumpur, Senin. Sebelumnya, Raja telah menerima Muhyiddin Yassin atau Mahiaddin, Kepala Sekretariat Negara Mohd Zuki, Jaksa Agung Idrus Bin Harus dan Ketua KPU Abdul Ghani.

Pertemuan berlangsung selama 30 menit dan Raja telah menerima surat pengunduran diri Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri. Raja akan melantik perdana menteri baru yang mendapat kepercayaan mayoritas parlemen untuk memimpin kabinet.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Muhyiddin Yassin dan jajaran kabinet yang telah melaksanakan baktinya mulai 1 Maret 2020 terutama dalam menghadapi pandemik. Raja juga menerima penjelasan Ketua KPU bahwa hingga 10 Agustus dari sebanyak 613 kawasan Dewan Undangan Negeri (DUN) atau DPRD sebanyak 484 kawasan adalah zone merah Covid-19. Karena itu, pelaksaan Pemilu Ke-15 bukan pilihan yang baik. Sumber: Antaranews.com

(jak)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)