LANGIT7.ID-Kuala Lumpur; Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim hari ini menyatakan bahwa pemerintah akan mengusir setiap warga negara Israel yang terbukti terlibat dalam Network School, sebuah komunitas co-living dan co-working di Forest City, Johor.
Ia mengatakan bahwa masalah ini sedang diselidiki oleh otoritas terkait. Menteri Pendidikan Tinggi akan memberikan jawaban resmi.
"Kami akan menyelidiki. Kami tidak mengizinkan (kegiatan semacam itu).
"Jika ada, maka tindakan akan diambil. Jika ada warga Israel, kami tidak mengizinkan. Mereka akan diusir," ujarnya pada acara "A Celebration of Life and Peace" yang diselenggarakan oleh Yayasan ERM di Hotel Mandarin Oriental, Kuala Lumpur, hari ini.
Kemarin, Kementerian Dalam Negeri menyatakan telah meluncurkan penyelidikan terkait operasional Network School menyusul adanya dugaan bahwa sejumlah individu masuk ke Malaysia menggunakan paspor negara kedua.
Kementerian tersebut menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir siapa pun atau organisasi mana pun yang terbukti menyalahgunakan fasilitas imigrasi Malaysia atau terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum, mengancam keamanan nasional, ketertiban umum, atau kedaulatan negara.
Sebelumnya, Menteri Besar Johor Datuk Onn Hafiz Ghazi mengatakan bahwa pemerintah negara bagian tidak akan membiarkan organisasi mana pun menggunakan Johor sebagai pangkalan untuk menyebarkan ideologi yang bertentangan dengan hukum atau merusak kedaulatan serta kepentingan Johor dan Malaysia.
Pernyataannya itu muncul di tengah kekhawatiran masyarakat mengenai Network School, sebuah komunitas co-living dan co-working di Forest City.
Ia mengatakan bahwa ada klaim yang menyebutkan warga Israel—yang dilarang masuk ke Malaysia—termasuk sebagai anggota komunitas tersebut dan diduga masuk ke negara ini menggunakan paspor negara kedua.(*/saf/newstraitstimes)
(lam)